Selasa, 11 Mei 2021
Follow:
Home
Agar Bahagia, Mulailah Hari dengan Senyum
Senin, 09/10/2017 - 08:50:22 WIB
 
 
PEKANBARU - Sudah jadi rahasia umum jika tersenyum bisa meningkatkan mood seseorang. Meski emosi sebenarnya berasal dari otak, tapi otot wajah juga bisa menampilkan rasa ketidakbahagiaan yang dirasakan.

Tak cuma sekadar memperbaiki mood, senyum juga bisa membuat diri lebih bahagia, sampai terlihat lebih ramah. Di balik semua manfaat senyum yang sudah dikenal selama ini, ada beberapa manfaat lain dari tersenyum.

1. Melatih otak

Otak secara alami dirancang untuk berpikir dalam konotasi negatif sebagai sistem pertahanan. Kebiasaan tersenyum membantu pikiran untuk lebih positif, apalagi dilakukan dalam waktu lama.

Menurut Shawn Anchor, penulis buku The Happiness Advantage, tersenyum bisa dilakukan sebagai sebuah latihan untuk membantu otak menciptakan lompatan kebahagiaan yang mendorong pola pikiran jadi lebih positif.

2. Menguatkan tubuh

Ekspresi bahagia dapat mengurangi stres pada tubuh, juga dapat mengurangi tekanan pada level sel. Hal ini diungkapkan oleh Sondra Barrett, seorang ahli biokimia dan seniman.

Dalam bukunya, Secrets of Your Cells, ia menjelaskan bagaimana sel dapat membedakan antara kondisi aman dan berbahaya, menemukan dan memperbaiki masalah dan menciptakan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Dia juga menggarisbawahi bagaimana pikiran seseorang memberi efek langsung pada sel. Senyum akan membantu mengurangi kekakuan sel. Relaksasi fisik ini mampu melawan risiko mutasi sel akibat stres yang dapat meningkatkan perkembangan sel kanker.

3. Lebih kreatif

Studi pada 2013 dari Universitas California mencoba mengeksplorasi hubungan kreativitas dan pria. Mereka menemukan orang yang bahagia lebih mampu memecahkan masalah secara komprehensif, mengembangkan kemampuan mereka untuk berpikir lebih solutif daripada saat berpikir negatif.

Peneliti membandingkan hal ini dengan efek dopamin yang muncul karena kebahagiaan, karena neurotransmiter terlibat dalam proses belajar, proses dan membuat keputusan.

4. Senyum itu menular

Pernah berpikir mengapa orang lain tersenyum saat orang lain tersenyum? Bukan hanya soal balas-membalas senyuman, tapi juga ada penjelasan ilmiah terhadap fenomena ini.

Marco Iaboconi, seorang ahli saraf, mengungkapkan bahwa manusia memiliki sesuatu yang disebut saraf cermin yang bereaksi saat kita melihat orang lain melakukannya, termasuk tersenyum. Saat satu orang tersenyum, maka yang lain turut tersenyum berkat saraf ini.

5. Lebih bisa dipercaya

Dari perspektif psikologi, orang yang tersenyum tampak lebih bisa dipercaya daripada orang yang punya ekspresi netral. Studi dari Universitas Pittsburg mengeksplorasi hubungan potensial antara tingkat daya tarik model, intensitas tersenyum dan tingkat kepercayaan.
Mengutip Huffington Post, Sekitar 45 partisipan dinilai dalam tiga kondisi dan menemukan bahwa makin sering model tersenyum, mereka makin nampak bisa dipercaya.***/Sumber: CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Bantu Sesama Lewat Stand Ramadan Keliling 86
Rumah Zakat Gandeng JMSI Kepri Gelar Santunan dan Buka Puasa Dengan Warga
Dihadiri Ketua Komnas HAM, JMSI Banten Dikukuhkan Ketum Teguh Santosa
Begini Kronologi Dana 5 Miliar Milik Bank BTN Manado Dibobol
JMSI dan Bank Indonesia KpW Aceh Satuni Anak Yatim Keluarga Wartawan
Menhan Salurkan Bantuan PT Priamanaya Energi Untuk Keluarga Korban KRI Nanggala-402
Film Tjoet Nja Dhien Diputar Ulang di Sejumlah Bioskop Tanah Air
Pertama di Pekanbaru Masjid Paripurna Nurul Ibadah Miliki Koperasi Syariah
UAS Diserang Isue Soal Kado Pernikahan, Ini Klarifikasinya
Teguh Santosa Minta Amerika Serikat Hentikan Blokade ke Kuba
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com