Jum'at, 04 Desember 2020
Follow:
Home
Pengurus DPD Golkar Berharap Setya Novanto Segera Mundur
Rabu, 06/12/2017 - 06:35:11 WIB
  Setya Novanto
 

JAKARTA- Ketua Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar tingkat provinsi se-Indonesia, Ridwan Bae mengklaim hampir sebagian besar pengurus daerah mengharapkan Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai ketua umum.

"Harapan kita semua untuk dia mundur," kata Ridwan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/12).

Ridwan mengatakan, wacana mundurnya Setnov dari jabatannya juga akan dibahas dalam pertemuan dengan seluruh pengurus DPD I yang rencananya akan diselenggarakan Rabu (6/12).

Jika Setnov benar akan mundur, kata Ridwan, pengurus DPD tidak perlu lagi mendesak kepada DPP Golkar untuk menyelenggarakan Munaslub dan tinggal menunggu pengunduran diri Ketua DPR tersebut.

Sebab, dengan pengunduran diri maka otomatis Munaslub akan sendirinya terselenggara tanpa perlu ada desakan.

"Misalnya Pak Novanto mengambil sikap untuk mundur, buat apa lagi persuratan," kata Ridwan.

Ridwan juga meminta Setnov untuk memahami bahwa roda organisasi harus terus berjalan. Untuk itu, pergantian ketua umum harus dilakukan sebelum 2018.

"Harapan kita semua Desember. Tapi yang melaksanakan Munaslub DPP, bukan DPD I bukan DPD II. Kita harap DPP memahami hal ini. Makanya kita ingin berkomunikasi dengan DPP," katanya.

Aklamasi

Pengurus DPD Partai Golkar mendukung opsi aklamasi dalam pengambilan keputusan pergantian ketua umum partai beringin jika Munaslub diselenggarakan.

Ridwan mengatakan, pengambilan putusan secara aklamasi akan melahirkan kekompakan di internal partai.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk aklamasi. Waktu kita ini kan cuma berapa bulan aja, tinggal kurang lebih dua tahun ya, bayangkan kalau ribut-ribut lagi," kata Ridwan.

Kata Ridwan, opsi voting atau pemilihan dalam Munaslub, dikhawatirkan akan memicu perbedaan dan keributan kembali.

"Padahal tujuan kita malah memperbaiki, nanti itu justru menghancurkan partai," katanya.

Ridwan meminta agar jika nanti opsi aklamasi yang ditempuh, pihak yang memenangkan dapat merangkul semua kelompok. Sejauh ini, kata dia, ada tiga nama yang bakal mencalonkan sebagai ketua umum yaitu Airlangga Hartarto, Idrus Marham dan Aziz Syamsuddin.

Kata dia, diperlukan kompromi dari ketiganya dalam Munaslub mendatang.

"Kami berharap semuanya baik, sepakat. Kami juga pemilik suara sepakat, pada akhirnya kita hanya melahirkan satu. Yang kami harapkan adalah kondusitifitas partai kita terlahirkan," ujarnya.

Hingga kini, Ridwan menambahkan, 34 DPD tingkat provinsi sudah sepakat untuk menggelar Munaslub.

Kesepakatan itu akan dibahas kembali dalam pertemuan besok sebelum disampaikan ke DPP Golkar.

Namun, penyerahan usulan Munaslub itu, kata Ridwan, belum ditentukan, apakah secara tertulis atau secara lisan.

"DPP itu menilai ini surat sebagai alat untuk munaslub. Tapi bisa juga DPP mengatakan tidak perlu itu. Karena DPP mengatakan cukup dengan pleno," kata Ridwan.

Sementara, Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Kahar Muzakir mengatakan, jika hanya ada satu calon dalam munaslub, maka kemungkinan besar calon ketua umum akan diputuskan secara aklamasi.

"Kalau Munaslub itu maunya cuma memilih ketua umum. Kalau calonnya tunggal, tinggal buka kemudian setuju. Ketok gitu," kata Kahar.

Sumber: CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Setiap Kamis Disketapang Akan Gelar PPM
Istri Gubernur Riau dan Dua Ajudan Terpapar Covid
Jenis Jenis Zakat Mal
UIR Gelar Pembinaan Mutu Akademik
Nasrul Terima Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim
Jangan Perlahan untuk Menunaikan Zakat
Sekdaprov Riau Apresiasi Bazar UMKM di Kantor Penghubung Jakarta
Beri Motivasi Kafila Riau, Wagubri Kunjungi Arena MTQ Nasional di Sumbar
Gubri: Riau Hijau, Wujud Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Gubri: Tinggal Satu Zona Merah Covid -19 di Riau, Tetap Waspada
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com