Selasa, 11 Mei 2021
Follow:
Home
Jangan Ratapi Waktu Yang Telah Berlalu
Jumat, 19/10/2018 - 15:44:34 WIB
 
 
BANYAK manusia yang akibat masa lalunya demikian indah, memilih untuk memperlakukan keadaan dan kenyataan hari ini seperti hari kemaren, walau segalanya telah berbeda.

Betapa banyak orang yang dulu sempat kaya, kemudian sulit menemukan alasan untuk bangkit, dan justru dengan mudahnya menemukan berbagai alasan untuk tetap bertingkah seperti ketika masih kaya.

Akhirnya dia menjadi menderita, menjadi tertawaan orang dan bahkan dihinakan. Padahal jika dia sabar dan menerima segalanya dengan tawakal, Allah menjanjikan kebaikan untuk mereka.

Allah berfirman dalam surat Al’Ashr ayat 1-3 yang artinya: “1. Demi masa. 2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”(103:1-3)

Ada juga yang dulu pernah muda dan cantik atau tampan, namun setelah usianya bertambah, justru memilih untuk tetap muda dengan melakukan perbuatan maksiat atas tubuhnya yang merupakan milik Allah.

Cara hidup seperti ini adalah cara tepat untuk hidup dalam kesedihan.
Ingatlah, waktu pasti berlalu dan pasti membawa begitu banyak perubahan.
Kita dapat memilih untuk hidup beriringan bersama perubahan tersebut, atau mengunci diri di masa lampau yang pastinya hanya akan membuahkan sifat ‘ aneh ‘ kedalam diri kita dan membawa kesia-siaan belaka.

Seperti dikatakan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 139 yang artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (3:139).

Allah juga katakan dalam surat Al-Baqarah ayat 2 yang artinya: “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuinya.” (2:216).

Artinya, terimalah segala apa yang datang pada diri sebagai bagian dari perjalanan hidup yang telah diatur Allah SWT dan bukan dengan m,enyesali atau menanagisinya. Tata kembali kehidupan, karena bisa jadi keadaan yang sekarang justru lebih baik daripada yang dahulu.

Misalnya, bisa saja saat seseorang itu berada pada puncak kesuksesan dan kekayaan, dia justru lupa dan alpa pada Akllah SWT, yang tentunya mendekatkan dirinya ke neraka. Justru ketika jatuh dan berada pada posisi di bawah, malah manusia tersebut menjadi orang yang bertaubat dan sangat dekat dengan Allah, yang akan membawanya ke jalan Sorga abadi. Artinya, segala sesuatu yang Allah berikan hendaklah dilihat hikmahnya semata.***/SS

 
Berita Terbaru >>
Bantu Sesama Lewat Stand Ramadan Keliling 86
Rumah Zakat Gandeng JMSI Kepri Gelar Santunan dan Buka Puasa Dengan Warga
Dihadiri Ketua Komnas HAM, JMSI Banten Dikukuhkan Ketum Teguh Santosa
Begini Kronologi Dana 5 Miliar Milik Bank BTN Manado Dibobol
JMSI dan Bank Indonesia KpW Aceh Satuni Anak Yatim Keluarga Wartawan
Menhan Salurkan Bantuan PT Priamanaya Energi Untuk Keluarga Korban KRI Nanggala-402
Film Tjoet Nja Dhien Diputar Ulang di Sejumlah Bioskop Tanah Air
Pertama di Pekanbaru Masjid Paripurna Nurul Ibadah Miliki Koperasi Syariah
UAS Diserang Isue Soal Kado Pernikahan, Ini Klarifikasinya
Teguh Santosa Minta Amerika Serikat Hentikan Blokade ke Kuba
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com