Kamis, 06 08 2020
Follow:
Home
Dipicu KDRT, Caleg Gerindra di Tarusan Bunuh Diri
Rabu, 13/02/2019 - 21:01:31 WIB
 
 

TARUSAN - Kasus bunuh diri Caleg Gerindra yang bernama Shanie Fiercelly di Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berbuntut penahanan dan penetapan tersangka terhadap sang suami, Hendra Joni (HJ)  yang langsung ditahan di Mapolsek Koto XI Tarusan.

Menurut Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu.MH.Thamrin, penahanan dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan yang intensif, termasuk setelah memperhatikan hasil autopsi dari rumah sakit.

"Hasil autopsi di Rumah sakit bhayangkara Padang memperlihatkan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, yaitu tepatnya pada bagian kepala dan bagian dada. Kedua tanda-tanda ini cocok dengan hasil penyidikan yang kita lakukan di lapangan dan keterangan saksi anaknya sendiri," kataThamrin, kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Menurut Thamrin, dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa 7 orang saksi dan seluruh saksi menerangkan bahwa perkelahian dan keributan pasangan ini dipicu oleh kasus  ekonomi yang terbatas.

"Ditambah lagi korban mengikutsertakan diri sebagai Caleg Partai Gerindra. Jadi, suaminya komplen. Tidak menerima istrinya ikut dalam kegiatan Caleg, karena faktor ekonomi tadi," kata Kapolsek.

Sang suami, kata Kapolsek sudah mengatakan dia tidak punya uang untuk mendukung istrinya yang menjadi caleg.

"Ini kejadian sudah berlarut-larut. Karena mencalon itu kan sudah lama, bukan baru-baru ini," kata Kapolsek.

Sebelumnya, Shanie Fiercelly, Caleg dari Partai Gerindra ditemukan tergantung di kamar rumahnya yang berada di Sungai Lundang, Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan XI Koto Tarusan, Sumatera Barat, Rabu (6/2/2019) lalu.

Shanie tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra Nomor Urut 6 Dapil II untuk DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Polisi memastikan Shanie murni bunuh diri. Namun bunuh diri itu dipicu oleh tindak kekerasan yang telah diterimanya selama ini.

Sedangkan Partai Gerindra memastikan, bunuh diri yang dilakukan sang Caleg tak berkaitan dengan persoalan nyaleg, melainkan persoalan keluarga.

"Tidak ada hubungannya dengan proses pen-Calegan, karena kami tak memungut uang kepada Caleg," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade.***/int

 
Berita Terbaru >>
Komunitas Siap 86 'Berburu Kupon' Untuk Dhuafa dan Anak Yatim
Pengurus Masjid Al Mukminin Siapkan Kerangkeng Penumbangan Sapi
Fatahillah: Semua Stake Holder Harus Berkolaborasi Cegah Dampak Negatif Gawai Terhadap Anak
Ketua MPR Dorong Stimulus Industri Pers Segera Dieksekusi
Doni Monardo: Perkantoran Harus Taati Pembagian Kerja 2 Shift
Atasi Krisis Ganda Asap dan Covid-19 Karhutla Harus Dicegah
Idul Adha 1441 H, Penyembelihan Hewan Qurban di DPRD Riau Meningkat
PDI Perjuangan Diminta Hati-hati Tetapkan Cakada di Daerah
Puncak Perayaan HPI Riau Ditandai dengan Bincang Sastra dan Baca Puisi Lintas Generasi.
Makacha, Usaha Bakery Rumahan Mak Acha yang Ingin Mendunia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com