Kamis, 06 08 2020
Follow:
Home
Wow, Ada 500 Jenis Tanaman Hias Begonia di Indonesia
Selasa, 26/02/2019 - 09:05:33 WIB
 
 

JAKARTA - Peneliti Begonia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hartutiningsih, mengatakan Indonesia memiliki tumbuhan Begonia terlengkap di dunia. Bahkan, menurutnya ada beberapa jenis yang hanya ada di Indonesia dan tak ditemukan di belahan dunia mana pun.

Peneliti yang akrab dipanggil Tuti ini mengatakan Indonesia memiliki koleksi 134 jenis Begonia di Kebun Raya Bogor, 300 jenis di Kebun Raya Bali dan 97 diantaranya adalah Begonia alam sebagai hasil eksplorasi. Tuti mengatakan koleksi Begonia di Bali sempat mengundang decak kagum dari tamu asing. Sementara di dunia ada 1.700 jenis Begonia.

"Saya pernah dibilang 'gila' dari tamu kehormatan di luar negeri. Saya diam saja, dia belum lihat saja koleksi saya yang di Bali," kata Tuti di kantor Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Bogor, Senin (25/2).

Ia mengatakan Begonia juga bisa dibudi dayakan sebagai tanaman hias dan dipasarkan di kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk setiap pot.

"Indonesia punya Begonia terlengkap di dunia. Kalau dijual sebagai tanaman hias per pot itu kisaran Rp50 ribu sampai Rp100 ribu," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan penelitian yang ia lakukan dengan LIPI telah menemukan dan mensertifikasi Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) spesies baru Begonia dari hasil perkawinan silang.

Varietas pertama dinamakan "My Lovely Jo"  yang telah tersertifikasi PVT pada tahun 2013. Tanaman ini memilih bentuk daun unik yang menyerupai bentuk hati.

Varietas kedua dinamakan "Tuti Siregar" yang telah tersertifikasi PVT pada 2014 yang memiliki morfologi daun yang merupakan penyempurnaan dari kedua tetuanya.

Setelah terlisensi Kementerian Pertanian, ia mengatakan pihaknya berusaha untuk menggaet pihak swasta agar masyarakat bisa membudidayakan tanaman Begonia.

Tuti mengatakan kedua varietas ini dan Begonia secara keseluruhan bisa dibudidayakan oleh masyarakat untuk bisa mendapatkan manfaat. Oleh karena itu pihaknya gencar melakukan diseminasi atau sosialisasi ke masyarakat.

"Hasil penelitian itu didiseminasi untuk diberikan ke masyarakat luas. Saya terjun ke masyarakat dan kami membagikan cara budi daya supaya masyarakat miliki. Jadi disearluaskan juga," ujarnya.***/CNNIndonesia




 
Berita Terbaru >>
Komunitas Siap 86 'Berburu Kupon' Untuk Dhuafa dan Anak Yatim
Pengurus Masjid Al Mukminin Siapkan Kerangkeng Penumbangan Sapi
Fatahillah: Semua Stake Holder Harus Berkolaborasi Cegah Dampak Negatif Gawai Terhadap Anak
Ketua MPR Dorong Stimulus Industri Pers Segera Dieksekusi
Doni Monardo: Perkantoran Harus Taati Pembagian Kerja 2 Shift
Atasi Krisis Ganda Asap dan Covid-19 Karhutla Harus Dicegah
Idul Adha 1441 H, Penyembelihan Hewan Qurban di DPRD Riau Meningkat
PDI Perjuangan Diminta Hati-hati Tetapkan Cakada di Daerah
Puncak Perayaan HPI Riau Ditandai dengan Bincang Sastra dan Baca Puisi Lintas Generasi.
Makacha, Usaha Bakery Rumahan Mak Acha yang Ingin Mendunia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com