Senin, 10 08 2020
Follow:
Home
Kenduri Seni Rakyat Riau 2019
'Air Janggi - Meniti Langkah' Ceritakan Rusaknya Lingkungan Sungai di Riau
Rabu, 24/07/2019 - 19:48:06 WIB
  Para penari unjuk kebolehan di Kenduri Seni Rakyat Riau 2019.  


KLIKRIAU.COM, PEKANBARU - Karya baru koreografer Iwan Irawan berjudul "Air Janggi - Meniti Langkah"  merupakan tarian yang unik atau tak lazim dilakukan oleh koreografer lainnya. Pasalnya, ini pertama kali bentuk pergelaran tari yang berlawanan dengan sebuah musik.

"Karya ini sudah saya buat pertama kali pada tahun 2013 enam tahun silam, atas dasar dialog bersama Prof DR Yusmar Yusuf dan tampil sudah 13 kali," kata Ketua Sanggar Laksemana, SPN Iwan Irawan, yang dijumpai di Kenduri Seni Rakyat Riau 2019, Taman Budaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau, Rabu siang (24/7).

Menurutnya, walaupun sudah tampil sebanyak 13 kali, karya ini tetap melakukan perbaikan-perbaikan  agar penampilan mencapai puncak yang lebih baik lagi. 

Terkait penggarapan karya ini, kata Iwan, diangkat dari sebuah issu tentang sungai. Dimana Provinsi Riau dikenal dengan peradaban masyarakat sungai terbesar, seperti di Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Siak Sri Indrapura.

"Kalau kita lihat dari kacamata terbuka, sungai yang dulu begitu indah, kini sangat memperhatinkan. Dulunya sungai berfungai untuk kehidupan masyarakat, tapi kini tidak lagi. Sebab, sungai-sungai yang ada sudah tercemar oleh sampah dan limbah pabrik perusahaan," jelasnya sembari menyebutkan, bahwa sungai Siak yang terdalam di Indonesia kini tidak lagi bisa dimasuki kapal besar.

Dia menambahkan, penampilan tarian ini bersumber dari garapan tari Zapin, karena masyarakat pesisir seperti Siak, Bengkalis berciri khas seni tari Zapin. Penampilan ini juga terbilang berdurasi cukup panjang. Namun oleh panitia Kenduri Seni Rakyat Riau 2019, menyediakan waktu hanya 30 menit dengan iringan musik Rino Depati.

"Alhamdulillah, antusias penonton begitu tinggi. Apa lagi saat diskusi, banyak pendapat dan saran yang dilontarkan untuk sebuah perubahan dan perbaikkan," paparnya.

Dia memaparkan, sinopsis "Air Janggi Meniti Langkah" adalah kesabaran yang diharuskan, dari fenomena badan air, sungai taksik selatan dan laut yang terus mengalir sampai henti menyelusuri Zona Aquatika, mengeksplorasi kekuatan tubuh manusia dalam tekanan gelombang kehidupan.

"Saya sangat berharap sekali, melalui diskusi masukan dan saran ini, akan menjadikan penompang penampilan yang lebih baik lagi," tutupnya.(win)

 
Berita Terbaru >>
Kuasa Hukum Ungkap Kejahatan Lain
Komunitas Siap 86 'Berburu Kupon' Untuk Dhuafa dan Anak Yatim
Pengurus Masjid Al Mukminin Siapkan Kerangkeng Penumbangan Sapi
Fatahillah: Semua Stake Holder Harus Berkolaborasi Cegah Dampak Negatif Gawai Terhadap Anak
Ketua MPR Dorong Stimulus Industri Pers Segera Dieksekusi
Doni Monardo: Perkantoran Harus Taati Pembagian Kerja 2 Shift
Atasi Krisis Ganda Asap dan Covid-19 Karhutla Harus Dicegah
Idul Adha 1441 H, Penyembelihan Hewan Qurban di DPRD Riau Meningkat
PDI Perjuangan Diminta Hati-hati Tetapkan Cakada di Daerah
Puncak Perayaan HPI Riau Ditandai dengan Bincang Sastra dan Baca Puisi Lintas Generasi.
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com