Selasa, 20 Oktober 2020
Follow:
Home
BKSDA: Harimau yang Memangsa Manusia di Muara Enim Belum Tertangkap
Selasa, 07/01/2020 - 08:38:38 WIB
 
 

SUMSEL - Harimau yang berkeliaran dan memangsa manusia di Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga saat ini belum tertangkap, meski ada video yang beredar seolah-olah harimau tersebut sudah tertangkap.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan meminta masyarakat tidak terpancing dengan video penangkapan yang tengah beredar luas tersebut, karena menurut Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan, video yang memperlihatkan seekor harimau masuk ke dalam kotak perangkap dan beredar luas di media sosial bukan terjadi di Sumsel.

"Sampai hari ini tim kami masih mencari keberadaan harimau yang diperkirakan berada di luar hutan lindung sekitaran Kabupaten Muara Enim hingga ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), jadi video itu hoax," ujar Genman.

Pasca dimulainya satgas pencarian harimau di Kabupaten Muara Enim pada 29 Desember 2019, media sosial facebook dan instagram khususnya yang terafiliasi ke akun-akun masyarakat Sumsel dihebohkan dengan video tertangkapnya seekor harimau di dalam kotak jebakan.

Menurut dia, hal tersebut bukan terjadi di Sumsel karena berdasarkan rekam 16 unit kamera perangkap dan 2 kotak jebakan yang sudah terpasang di tiik-titik kemunculan belum menampakkan tanda-tanda kemunculan harimau.

Kendati demikian tim gabungan BKSDA dan pegiat konservasi harimau yang terbagi menjadi beberapa tim terus menyusuri jejak harimau dengan berbekal tanda-tanda dan informasi-informasi dari masyarakat yang mengaku telah melihat harimau.

Ia memastikan harimau yang ditangkap nanti akan dibius dan dievakuasi ke hutan lindung jika kondisinya masih sehat dan bugar, tidak langsung dipindahkan ke kebun binatang seperti permintaan Pemprov Sumsel.

"Harimau hanya bisa dipindahkan ke kebun binatang jika menderita luka atau kondisinya tidak memungkinkan dilepas ke alam," jelas Genman.

Sementara harimau belum tertangkap, BKSDA mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dalam beraktivitas di kebun khususnya di Kabupaten Muara Enim, Lahat, OKU dan Kota Pagaralam.

"Gubernur Sumsel juga sudah mengeluarkan imbauan terkait kewaspadaan hewan buas, kami berharap unit-unit pemerintah di daerah dapat membantu mengingatkan masyarakat," demikian Genman.

Sebelumnya lima orang meninggal dunia akibat serangan harimau di wilayah Sumsel, yakni:
1. Kuswanto (58) warga Kabupaten Lahat, meninggal pada 17 November 2019
2. Yanto (39) warga Kota Pagaralam, meninggal pada 5 Desember 2019
3. Mustadi (55) warga Kabupaten Muara Enim, meninggal pada 12 Desember 2019
4. Suwadi (60) warga Kabupaten Lahat, meninggal pada 22 Desember 2019
5. Sulis (30) warga Kabupaten Muara Enim, meninggal pada 27 Desember 2019.***/sumber: Antara

 
Berita Terbaru >>
Panen Jagung di Palas, Gubri: Riau Kini Menuju Swasembada Pangan
Ketua JMSI Riau Dampingi Gubri Panen Jagung di Palas
SAH Jadi Ketua DPD Nasdem Pekanbaru, Abu Bakar Sidik Terima SK dari DPP
Kasus BBM Palsu dan Penyuapan PT AMNI 'Ngendap', Pengacara Rina Winda Kembali Buat Surat Aduan
BBKSDA Riau Pasang Perangkap Beruang di Perusahaan Sawit
Bersedekahlah, Pahalanya Seperti Mata Air yang Terus Mengalir
Alfedri - Husni Siap Lanjutkan Pembangunan Kabupaten Siak
Aulia, Hafidzah 30 Juz Terima Bantuan Pendidikan dari Rumah Yatim
SAH Kukuhkan Tim Relawan Mak-Mak di Tualang
Bantuan Pendidikan Rumah Yatim untuk Laila, Anak Yatim Berprestasi di Pekanbaru
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com