Jum'at, 10 Juli 2020
Follow:
Home
Hikmah Ramadhan
Mulailah Dengan Kembali ke Jalan yang Benar
Selasa, 28/04/2020 - 06:29:02 WIB
 
 

TAUBAT berasal dari akar kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar yang dituntunkan Allah SWT. Jika seseorang datang dan bertaubat dengan taubat sejati (taubah nashuha) maka tidak ada mudharatnya bagi Allah SWT untuk mengampuni yang bersangkutan.

Bahkan Allah SWT menyatakan: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah/2" 222).

Sebesar apapun dosa seseorang jika ia bertobat sepenuh hati maka ia akan mendapatkan pengampunan dosa Tuhan, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa'/4: 110).

Ada satu lagi ayat yang seharusnya memberikan rasa optimisme bagi para pendosa yang bertobat, yaitu: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. al-Hasyr/39:53).

Kata yagfir al-dzunub jami'a (mengampuni dosa semuanya), adalah sebuah jaminan dari Allah Swt bagi yang dating dengan taubat yang tulus (taubat nashuha).

Menurut Imam Al-Gazali dalam Ihya'-nya, seseorang dinilai bertaubat sepenuh hati jika memenuhi tujuh syarat syarat taubat, yaitu: Mengucapkan istigfar, meninggalkan dan menjauhi dosa atau maksiyat, menyesal sedalam-dalamnya akan kekhilafannya, bertekad dan bersumpah untuk tidak akan kembali melakukan dosa itu.

Kemudian mengganti perbuatan dosa itu dengan amal kebajikan, mengembalikan harta atau hak orang lain yang pernah diambil, dan menyampaikan permohonan maaf secara jujur kepada orang yang pernah difitnah atau dibicarakan aibnya. Jika orang sudah melakukan keseluruhan syarat taubat tersebut maka pengampunan dosa dijamin dari Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadis: "Orang yang bertaubat seperti orang yang tak berdosa".

Banyak bukti yang diungkapkan dalam ayat dan hadis bahwa sebesar apapun dosa seorang hamba jika datang dengan kesadaran sesungguh hati maka tidak ada beban bagi Tuhan untuk mengampuninya.

Dalam sebuah hadis Riwayat Bukhari diceritakan seorang pemuda yang terkenal kejahatannya. Tiba-tiba pemuda ini mendatangi seorang ulama. Ia bertanya masih adakah jalan bagi Tuhan mengampuni dosa-dosanya yang amat besar dan banyak?

Sang ulama bertanya, dosa-dosa apa saja yang pernah dilakukan. Dijawab semua dosa besar, seperti merampok, memperkosa, dan termasuk sudah membunuh 99 orang. Sang ulama terperanjat dan spontanitas mengatakan, subhanallah, jangankan 99 orang seorang saja yang engkau bunuh pasti engkau akan mendapatkan murka Tuhan dan dimasukkan ke dalam neraka. Mendengar jawaban itu, sang pemuda menghunus pedangnya dan membunuh ulama ini, maka genaplah 100 orang yang dibunuh.

Sehabis membunuh ulama, ia menanyakan kepada orang-orang di mana ada ulama yang bisa memberikan jawaban terhadap keresahan jiwanya. Salah seorang menunjukkan ulama lain di kota lain. Di tengah perjalanan menuju ke rumah ulama dimaksud, ia terjatuh dan langsung mati.

Datanglah malaikat penjaga neraka dengan bengis mengatakan sudah lama saya tunggu-tunggu kematianmu. Tak lama setelah itu datang lagi ulama penjaga surga untuk menjemput mayat itu, karena ia sudah berjalan jauh untuk mencari pertobatan dari seluruh dosa-dosanya kepada seorang ulama.

Kedua malaikat itu saling mengklaim kalau pemuda itu miliknya. Tiba-tiba muncul malaikat ketiga yang berusaha untuk melerai persengketaan kedua malaikat tersebut. Ia mengajak kedua malaikat yang bertikai untuk sama-sama mau menempuh jalan pengadilan yang ditawarkan malaikat yang baru datang.

Malaikat ketiga ini mengatakan, mari kita ukur langkah perjalanan pemuda ini, lebih dekat mana antara ulama yang baru dibunuh dan ulama yang dituju. Setelah ketiga malaikat itu mengukur jarak kematian sang pemuda, maka ditemukan selangkah lebih dekat ke rumah ulama yang dituju. Lalu malaikat hakim yang diutus Tuhan memenangkan malaikat penjaga surga. Subhanallah.**/Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA - detikNews

 
Berita Terbaru >>
Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam Polda Riau
IKTS Pekanbaru Kembali Salurkan Bantuan Covid 19
Lomba Baca Puisi JMSI Raih Rekor MURI
Anies Baswedan: Ekosistem Pers Harus Dijaga Agar Tetap Sehat
Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rapat Koordinator Kesiapan Karhutla 2020
Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan
Wali Kota Paparkan Prestasi Dan Pekanbaru Kedepan
Dheni: Kita Jadikan Munas Terbaik
FJPI Riau Bagi Selimut dan Masker untuk Manula di Panti Jompo Tresna Werdha
Pasangan Kasmarni-Bagus Dipastikan Melenggang ke Pilkada Bengkalis
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com