Kamis, 02 Juli 2020
Follow:
Home
Tangis Pilu Bilal Saat Menyebut Nama Rasulullah dalam Adzannya
Jumat, 01/05/2020 - 10:13:37 WIB
  Ilustrasi
 

PEKANBARU - Umat Islam tidak ada yang tidak kenal Bilal, muadzin pertama dalam sejarah Islam. Nama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi  dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah.

Ibunya adalah hamba sahaya (budak) milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Dihadapan Rasulullah SAW, dia mengikrarkan diri masuk Islam. Hingga akhirnya, Abu Bakar memerdekakan  dirinya.

Saat Rasulullah melakukan hijrah ke Madinah, Bilal turut serta. Ketika Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah mensyariatkan adzan. Rasulullah kemudian menunjuk Bilal untuk mengumandangkan adzan, karena ia memiliki suara yang merdu. Lalu Bilal mengumandangkan adzan, dan menjadi muadzin pertama dalam sejarah Islam.

Biasanya, setelah mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah seraya berseru, ''Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan)''. Lalu, ketika Rasulullah SAW keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.

Bilal pulalah yang ditunjuk Nabi untuk mengumandangkan adzan di atap Ka'bah sebelum menunaikan shalat Zuhur. Adzan itu pun menjadi adzan yang pertama dikumandangkan di Makkah.

Saat jasad Rasulullah masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan, Bilal pula yang mengumandangkannya, namun kali ini suasanya berbeda. Saat Bilal sampai pada kalimat, ''Asyhadu anna muhammadan rasuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)'', tiba-tiba suaranya terhenti. Bilal Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi, menangis pilu.

Dalam Shuwar min Hayaatis Shahabah karya DR Abdurrahman Ra’fat Basya dipaparkan bahwa sejak kepergian Rasulullah, Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari. Setiap sampai kepada kalimat, ''Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi'', ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.

Kemudian Bilal memohon kepada Abu Bakar, yang menggantikan posisi Rasulullah sebagai pemimpin umat Islam, agar diperkenankan tidak mengumandangkan adzan lagi, karena tidak sanggup melakukannya. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Abu Bakar. Karenanya, sejak saat itu Bilal menolak untuk menjadi muadzin bagi seseorang.

Selain sebagai muadzin, semasa hidupnya Bilal pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Bait Al-Mal. Ia tidak pernah absen mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. Bilal juga merupakan salah satu sahabat yang telah diisyaratkan Nabi bakal menjadi salah seorang penghuni surga.***/rol


 
Berita Terbaru >>
IKTS Pekanbaru Kembali Salurkan Bantuan Covid 19
Lomba Baca Puisi JMSI Raih Rekor MURI
Anies Baswedan: Ekosistem Pers Harus Dijaga Agar Tetap Sehat
Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rapat Koordinator Kesiapan Karhutla 2020
Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan
Wali Kota Paparkan Prestasi Dan Pekanbaru Kedepan
Dheni: Kita Jadikan Munas Terbaik
FJPI Riau Bagi Selimut dan Masker untuk Manula di Panti Jompo Tresna Werdha
Pasangan Kasmarni-Bagus Dipastikan Melenggang ke Pilkada Bengkalis
Sektor Perhotelan, Pekanbaru, Juara I Lomba Inovasi Derah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com