Minggu, 20 Juni 2021
Follow:
Home
Kembali Tuai Kecaman
LMB Pelalawan Kawal Kasus Ujaran Kebencian Salim Kopau
Minggu, 03/05/2020 - 12:28:54 WIB
  Tarmizi   
PELALAWAN-  Ujaran kebencian yang disampaikan Salim Kopau di media sosial beberapa hari lalu kembali mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Kali ini, kecaman itu datang dari Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Pelalawan.

Ketua Lasykar Melayu Bersatu (LMB) Kab Pelalawan H Tarmizi Maskar mengaku sangat menyesalkan sikap Salim Kopau yang gamblang menghina bakal calon bupati Pelalawan Husni Tamrin dan mantan Bupati Pelalawan HT Azmun Jaafar serta mantan Wakil Bupati H Marwan Ibrahim.

"Kami selaku simpatisan Husni Tamrin -T Edy Sabli (HT) merasa terzalimi dengan sikap kasar Salim Kopau yang tendensius menghina, menghujat,mencemeeh pasangan HT sebagai Calon Koruptur. Dia juga menghina tokoh pendiri Pelalawan yang notabene sebagai bupati ketika daerah ini baru dimekarkan," ucap Tarmizi Sabtu kemarin.

Menurutnya, Tengku Azmun dan Marwan Ibrahim merupakan tokoh yang sangat di hormati. Oleh sebab itu, dirinya sangat tidak terima dengan sikap arogan Salim Kopau tersebut.

"Mereka orang yang kami hormati, tapi mengapa dipersekusi dengan kata-kata merendahkan martabat mereka. Ini suatu pelecehan yang harus diselesaikan secara hukum," katanya berang.

Dikatakannya, pesta demokrasi merupakan sarana untuk berkompetisi secara gentleman, bukan saling serang pribadi masing-masing kandidat. Oleh karena itu, LMB Kabupaten Pelalawan meminta aparat keamanan untuk menangkap Salim Kopau dan memprosesnya secara hukum.

"Penghinaan ini tidak bisa kami terima. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada prinsipnya kami dari barisan Lasykar Melayu Bersatu siap bergerak dan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Kami sangat percaya dengan aparat Hukum kepolisian untuk  mencari jejak digital akun Salim Kopau secara profesional. Dan kami juga meminta pihak aparat hukum juga membongkar siapa aktor intelektual dibalik semua ini," tegasnya.

Disebutkan juga, LMB Pelalawan akan mengawal sampai tuntas kasus ini. Ini sangat perlu agar tidak terjadi lagi peristiwa ini kedepannya. Sekaligus ini sebagai pembelajaran untuk semua pihak dalam bersosial media.

"Karena UU ITE jelas mengatur bahwa kita dalam bersosial media harus dilakukan secara santun. Mudah-mudahan dengan dibawanya kasus ini ke ranah hukum akan memberi efek jera bagi yang bersangkutan," pungkas Tarmizi.(*)

 
Berita Terbaru >>
Support Atlet SOIna ke Rusia, Gubernur Riau Ikut Main Floorball
Menuju KLA Utama, Wawako Pekanbaru Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid
FH UIR dan DPD RI Bahas Pokok-pokok Haluan Negara dan Amandemen Terbatas UUD 1945
Gubernur Sumut Bersembang ke Rumah Quran Milik UAS
Kemhan RI Siap Dukung Food Estate di Riau
Gelar Donor Darah, PMI Tenayan Raya Kulim Kumpulkan 115 Kantong Darah
125 Warga Divaksin di Bus Vaksinasi Keliling Kel Rejosari Tenayan Raya
Tiga Atlet Dan Dua Pengurus NPC Riau Ikuti Wisata Vaksin
Pemkab Bengkalis Bersama Kantor Karantina Pertanian Pekanbaru Galakkan Tanam Talas
UPZ UIR Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 41 Mahasiswa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com