Selasa, 20 Oktober 2020
Follow:
Home
Sederhana dan Mungilnya Rumah Rasulullah SAW
Minggu, 04/10/2020 - 09:08:34 WIB
  Replika rumah Rasulullah SAW
 

MEKKAH - Rumah Rasulullah SAW adalah tempat yang dihuni Nabi Muhammad bersama Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq. Memang sebenarnya tak bisa disebut rumah, melainkan hanya sebuah kamar atau sebuah rumah yang sangat mungil.

Tak ada kemewahan di sana, di rumah Rasulullah SAW. Tak ada perabotan bersepuh emas dan perak atau pilar yang tinggi menjulang. Jadi bila ada yang mengesankan atau berpikir bila Rasullah hidup bak raja-raja Romawi dan Persia ini adalah salah besar.

Contoh rumah Rasullah SAW tersebut kini replikanya ada di museum Masjid Nabawi, yang tentu menjadi tempat bagi umat Islam untuk melihat dan merenungkan kembali makna hidup yang hakiki, seperti yang telah dijalani Nabi Muhammad SAW tersebut.

Museum ini berada di sebelah kanan masjid Nabawi. Kalau hari biasa, lazimnya museum ini dibuka pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 pagi sampai petang dengan dijeda setiap kali tiba waktu shalat.

Kamar atau bilik nabi itu, posisinya berada di tenggara Masjid Nabawi. Letaknya adalah di makam Rasullah yang setiap waktu ramai dikunjungi jamaah. Kamar ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Masjid Nabawi. Bahan bakunya terdiri dari tanah liat, batu bata, dan pelepah kurma, lalu ditutup dengan kain bulu hewan.

Luasnya tidak lebih dari 3,5 meter x 5 meter. Pintunya terbuat dari kayu jinten saru (Juniperus Communis) atau jati yang menjadi jalan menuju Raudhah di dalam masjid. Rasulullah wafat dan dimakamkan di arah kiblat kamar ini. Setelah itu, bagian utara kamar ini menjadi tempat tinggal Aisyah.

Saking mungilnya, karena dalam sebuah riwayat, kaki Rasullah sering terjulur ke luar dari dalam kamar itu. Dan kadang pula nabi Muhammad sering tidur di depan pintunya. Mengapa? Ini karena ketika pulang di malam hari Rasullah sering mendapat Aisyah yang sudah tidur. Maka, nabi tak mau membangunkannya dan memilih tidur di depan pintu.

Ketika wafat, Abu Bakar dimakamkan di samping Rasulullah dengan jarak 1 hasta. Posisi kepalanya sejajar dengan pundak Rasulullah. Ketika Umar bin Khattab wafat, dia dimakamkan di dekat Abu Bakar dengan jarak 1 hasta. Posisi kepalanya sejajar dengan pundak Abu Bakar.

Saat itu, bagian utara masih terus menjadi tempat tinggal Aisyah hingga akhir hayatnya. Ketika Aisyah wafat, dia dimakamkan di Baqi'. Setelah itu, tak ada lagi yang menghuni kamar Rasulullah.***/sumber: ihram.co.id

 
Berita Terbaru >>
Panen Jagung di Palas, Gubri: Riau Kini Menuju Swasembada Pangan
Ketua JMSI Riau Dampingi Gubri Panen Jagung di Palas
SAH Jadi Ketua DPD Nasdem Pekanbaru, Abu Bakar Sidik Terima SK dari DPP
Kasus BBM Palsu dan Penyuapan PT AMNI 'Ngendap', Pengacara Rina Winda Kembali Buat Surat Aduan
BBKSDA Riau Pasang Perangkap Beruang di Perusahaan Sawit
Bersedekahlah, Pahalanya Seperti Mata Air yang Terus Mengalir
Alfedri - Husni Siap Lanjutkan Pembangunan Kabupaten Siak
Aulia, Hafidzah 30 Juz Terima Bantuan Pendidikan dari Rumah Yatim
SAH Kukuhkan Tim Relawan Mak-Mak di Tualang
Bantuan Pendidikan Rumah Yatim untuk Laila, Anak Yatim Berprestasi di Pekanbaru
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com