Sabtu, 23 Januari 2021
Follow:
Home
Rumah Yatim Beri Bantuan untuk Sugeng yang Kedua Tangannya Diamputasi
Selasa, 13/10/2020 - 12:54:50 WIB
 
 

PEKANBARU - Sugeng Purwanto (42) merupakan seorang pekerja serabutan yang tak pernah lelah berusaha menafkahi keluarganya, khususnya untuk kedua anaknya yang sekarang bersekolah pada jenjang SMK dan SMP. Sugeng beserta istri dan kedua anaknya tinggal di Jalan Tengku Maharatu, RT.02/RW.04, Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.

Sejak empat tahun lalu, Sugeng kehilangan kedua lengannya karena kecelakaan kerja yang ia alami, ketika bekerja sebagai buruh bangunan di rumah tetangganya. Naas, kabel listrik yang tak sengaja ia pegang teraliri tegangan listrik besar dan menempel di kedua lengannya. 

Sugeng pingsan di tempat dan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan, namun kedua lengannya sudah hangus karena tegangan listrik yang sangat besar. 

Lengan Sugeng yang hangus kian hari kian membusuk dianjurkan dokter untuk di amputasi, atas kekhawatiran pembusukan lengannya akan menyebar kebagian tubuh lain.

Sejak di amputasinya kedua lengan Sugeng, kondisi keluarganya berubah drastis. Ia yang biasa menjadi tulang punggung keluarga, sekarang hanya bisa duduk terdiam meratapi kedua lengannya yang sudah tak ada.

Kini, istri Sugeng mengambil alih perannya sebagai tulang punggung keluarga. Namun, tak banyak yang bisa sang istri lakukan, ia hanya bekerja sebagai buruh yang membersihkan buah pepaya untuk dijual ke pasar. Istrinya hanya diupah Rp.100,- per buah yang ia bersihkan, untuk sekedar mendapatkan uang sebesar Rp.30.000,- dalam sehari, ia mesti membersihkan 3000 buah pepaya. 

"Kates (pepaya) yang datang dari daerah Sumatera Barat, dari pedagang saya bersihkan dulu dan diupah per kilo nya Rp.100,-. Untuk dapat uang Rp.50.000,- sehari itu saya harus membersihkan puluhan kilo. Namun kates-kates ini juga tidak setiap hari ada", jelas istri Sugeng.

Melihat suaminya duduk termenung tanpa lengan, sering terbesit di kepala istri Sugeng untuk menyerah, namun jika ia menyerah maka kedua anaknya yang masih bersekolah pun harus ikut kena imbasnya. Atas alasan ini, istri Sugeng tetap bekerja untuk menyekolahkan kedua anaknya.

Rumah Yatim Cabang Pekanbaru pada Minggu (11/10), memberikan bantuan bahan pokok di kediamannya. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap keluarga Sugeng yang tengah berjuang di tengah sulitnya kondisi mereka.

Sugeng dan keluarga sangat mengapresiasi penyaluran bantuan Rumah Yatim dan Donatur, mereka menyampaikan bahwa bantuan ini dapat meringankan beban mereka di tengah kondisi sulit ini.

"Alhamdulillah sore ini saya senang atas bantuan yang telah diberikan pada keluarga saya. Terima kasih saya haturkan kepada Rumah Yatim dan Donatur, semoga apa yang telah di berikan pada saya dijadikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT", ucap Sugeng.

Masih ada jutaan keluarga dhuafa lainnya yang menunggu kemurahan hati dan kepedulian kita, inginkah beban akhirat kita diringankan Allah kelak ? 

#pejuangkebaikan, ini saatnya kita meringankan beban sesama, dengan membantu kelangsungan hidup mereka. Kamu bisa bantu melalui rekening donasi berikut : 
BCA 220 139 8888
Mandiri 1720 000 384 125
An Yayasan Rumah Yatim Arrohman
www.rumah-yatim.org.**

 
Berita Terbaru >>
Getir Kehidupan Kakek 86 Tahun Terus Berjuang
Kenapa Mayit Memilih "BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?
Diduga Dibunuh, Wanita Asal Slovakia Ditemukan Tewas di Denpasar
Puting Beliung Besar Muncul di Waduk Gajah Mungkur
KPK Tetapkan Eks Kepala BIG Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit
Bibi Ardiansya Bingung Ditanya Kenapa Mencintai Venessa Angel
Belum Usai Pandemi Melanda Negeri, Kini Ibu Pertiwi Kembali Berduka
Objek Wisata di Pekanbaru Bisa Dikunjungi, Asal Patuhi Protokol Kesehatan
Fraksi NasDem Konsisten Kawal RUU Perlindungan PRT dan Masyarakat Hukum Adat
Tim Verifikasi Dewan Pers Sambangi Kantor Pusat Jaringan Media Siber Indonesia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com