Jum'at, 27 November 2020
Follow:
Home
Gelar Workshop, SDN 008 Rimba Beringin Siap Terapkan Kurikulum Darurat
Selasa, 20/10/2020 - 20:31:53 WIB
 
Sekretaris Dinas Dikpora foto bersama dengan nara sumber dan Kepala SDN 008 Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu.

 


TAPUNG, KLIKRIAU.COM - Sekolah Dasar SD Negeri 008 Rimba Beringin, Tapung Hulu, Kabupaten Kampar menggelar workshop yang bertajuk "Implementasi Kurikulum Pembelajaran Masa Covid-19", Selasa (20/10/2020). 

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kampar, H. Aidil, SH, M.Si itu menghadirkan narasumber Joko Waluyo S.Pd dan Korwil Kecamatan Tapung Hulu, Hermansyah M.Pd. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 08.30 WIB ini 
juga dihadiri sebanyak 34 peserta dari perwakilan guru enam (6) SD yang ada di Tapung Hulu. 

Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Kampar, H. Aidil, SH, M.Si dalam 
sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang ditaja oleh SDN 008 Rimba Beringin tersebut. Dia berharap, dengan workshop ini semua Kepala Sekolah maupun guru bisa menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini.

"Tentu sekolah tidak lagi bisa menerapkan kurikulum 2013 (K-13) untuk diajarkan ke siswa. Makanya, melalui kurikulum darurat ini kegiatan belajar mengajar bisa terus berjalan," ucap Aidil.

Dia juga menyebutkan, Kurikulum Darurat ini merupakan penyederhanaan dari Kurikulum 13 yang sudah berjalan selama ini. Artinya, mana item-item yang tak bisa diterapkan di kurikulum 13 bisa dihapuskan. 

"Kita berharap semua bisa memakluminya. Semoga wabah corona ini cepat berlalu. Untuk itu, kepada semua tenaga pendidik untuk selalu menjaga kesehatan dengan 
tetap mengacu kepada protokol kesehatan," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Korwil Kecamatan Tapung Hulu, Hermansyah M.Pd. Dia sangat menyambut baik workshop yang dilaksanakan. Dan ia 
berharap agar seluruh sekolah dasar yang ada di Tapung Hulu mampu menerapkan sistem pembelajaran secara Daring dan Luring sesuai aturan.

Sementara, Kepala SD Negeri 008 Rimba Beringin, Titien Sastriningsih, SPd saat menutup kegiatan workshop mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi kepada seluruh sekolah dasar yang ada di Tapung Hulu. Dengan harapan semua sekolah bisa menyesuaikan penerapan kurikulum berdasarkan kondisi masa pandemi saat ini.

"Mari kita samakan persepsi untuk menerapkan sistim kurikulum darurat di 
sekolah. Semua kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring. Kalau pun ada yang dilakukan lewat Luring (luar jaringan), hendaknya disesuaikan kondisinya. Misal, dengan menerapkan protokol kesehatan (pakai masker, cuci tangan, physical distancing). Dan sekolah juga harus menyiapkan semua sarana dan prasarana. Baik itu tempat cuci tangannya, 
handsanitizer, dan lain sebagainya," kata Titien.

Belajar Dari Rumah  
Berdasarkan Surat Edaran No. 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), belajar dari rumah dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Hal ini disampaikan Pengawas SD, Joko Waluyo, S.Pd yang juga dinobatkan sebagai narasumber dalam workshop sehari tersebut.

Menurut Joko, belajar dari rumah melalui pembelajaran Dalam Jaringan 
(Daring/jarak jauh) bisa diterapkan atau dilaksanakan untuk memberikan 
pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan 
menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan,

"Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemic Covid-19, aktivitas dan tugas pembelajaran. Selain itu, belajar dari rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing. Dan yang tak kalah pentingnya, belajar dari rumah memiliki umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna. Guru pun tanpa 
diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif," jelas Joko.

Joko juga menyinggung soal kendala yang dihadapi dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Diantaranya, guru kesulitan mengelola PJJ karena fokus kepada penuntasan kurikulum. Kemudian, waktu pembelajaran yang berkurang menyebabkan guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar. Lantas, guru juga kesulitan komunikasi dengan wali murid.

"Kelemahan lainnya terkait anak didik. Dimana tidak semua orang tua mampu 
mendampingi anaknya belajar di rumah. Kemudian, selain sulitnya orang tua 
memahami pelajaran, juga kebanyakan kesulitan dalam anak saat belajar di 
rumah," tukasnya.

Disebutkan Joko, Kurikulum Darurat merupakan penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu kepada kurikulum 2013. Kurikulum Darurat (dalam kondisi khusus) merupakan penyederhanaan Kompetensi Dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga berfokus pada kompetensi Esensial dan Kompetensi Prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya

"Satuan pendidikan dapat memilih dari 3 opsi pelaksanaan kurikulum yang ada saat ini. Bisa tetap menggunakan kurikulum nasional 2013, menggunakan Kurikulum Darurat (kondisi khusus), atau melakukan penyerdehanaan kurikulum secara mandiri," pungkasnya.

Workshop yang berakhir pada pukul 14.00 WIB tersebut berlangsung dengan aman, lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Perwakilan SDN yang hadir diantaranya, SDN 024 Rimba Beringin, SDN 007 Bukit Kemuning, SDN 019 Suka Ramai, SDN 022 Senama Nenek, dan SDN 030 Sumber Sari.(sier)

 
Berita Terbaru >>
Jangan Perlahan untuk Menunaikan Zakat
Sekdaprov Riau Apresiasi Bazar UMKM di Kantor Penghubung Jakarta
Beri Motivasi Kafila Riau, Wagubri Kunjungi Arena MTQ Nasional di Sumbar
Gubri: Riau Hijau, Wujud Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Gubri: Tinggal Satu Zona Merah Covid -19 di Riau, Tetap Waspada
Gubernur Riau Pertama Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Gubri: Jadikan Motivasi
Saksikan Tari Zapin Api di Rupat Utara, Gubri: Tarian Ini Penuh Magis dan Mistik
Diserahkan Presiden Secara Virtual, Riau Terima 17.688 Sertifikat Untuk Rakyat
Gubri Lakukan Groundbreaking SPAM Pekanbaru-Kampar, Airnya Bisa Langsung Diminum
Gubri Pimpin Rakor Penegakan Perda 4/2020 Tentang Kesehatan
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com