Jum'at, 18 Juni 2021
Follow:
Home
Penyebab Lonjakan Positif Covid-19 di Riau karena Mobilitas Manusia
Kamis, 29/10/2020 - 07:44:15 WIB
 
 
PEKANBARU - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan, mengatakan, lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi beberapa hari ini di Provinsi Riau salah satunya disebabkan tingginya mobilitas manusia.

Menurut Wildan, penambahan kasus Covid-19 di Riau hampir sama dengan penambahan kasus positif Covid-19 di Sumbar, angkanya selalu kejar-kejaran. Kadang Sumbar yang lebih tinggi, kadang Riau yang lebih tinggi. Tapi angkanya tidak jauh berbeda.

"Dua provinsi ini memang angkanya berada diatas terus di sumatera, apakah karena setiap akhir pekan mobilitas orang dari dua provinsi ini tinggi, saya pikir ini ada hubunganya, karena angkanya selaku kejar-kejaran dan dua provinsi ini memang bertetanggaan," kata Wildan.

Wildan mengungkapkan, bisa saja mobilitas orang dari rumah yang masuk ke Riau, atau justru sebaliknya, orang Riau ke Sumbar merupakan penyebab tingginya angka penambahan kasus Covid-19 di Riau. Mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain yang sama-sama memiliki angka kasus Covid-19 tinggi punya potensi besar menjadi penyebab penyebaran Covid-19.

"Angka Sumbar dengan Riau itu tidak jauh berbeda, hampir-hampir sama, saya menduga ini ada hubunganya dengan mobilitas orang," ujarnya.

Selain itu, penyebab lain tingginya angka penambahan pasien positif Covid-19 di Riau adalah akibat lamanya hasil swab keluar. Sehingga seseorang yang sudah diswab, tapi hasilnya belum keluar, namun tidak isolasi mandiri bisa pergi kemana-kemana. Setelah hasilnya keluar, ternyata orang tersebut positif.

"Ini akibat terbatasnya kapasitas labor kita hasilnya itu kan baru keluar beberapa hari, nah, menunggu hasil itu keluar orang ini kan masih keluar kemana-mana sebelum diisolasi," katanya.

Berdasarkan data dari dinas kesehatan provinsi Riau, setiap harinya labor biomolekuler RSUD Arifin Ahmad bisa memeriksa sebanyak 1.900 sampel. Sejauh ini Lab Biomolekuler RSUD Arifin Ahmad sudah memeriksa sebanyak 131 ribu lebih sampel.

Namun sampel yang diuji tersebut tidak langsung keluar, karena banyaknya sampel yang masuk, lab membutuhkan waktu tiga hingga empat hari baru bisa mengeluarkan hasilnya.

"Harapan kita 24 jam hasilnya bisa keluar, sehingga orang ini tidak sempat kemana-mana. Karena Analisa saya, ini juga menjadi penyebab tingginya penyebaran Covid-19 di Riau," katanya.**/mcr

 
Berita Terbaru >>
Menuju KLA Utama, Wawako Pekanbaru Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid
FH UIR dan DPD RI Bahas Pokok-pokok Haluan Negara dan Amandemen Terbatas UUD 1945
Gubernur Sumut Bersembang ke Rumah Quran Milik UAS
Kemhan RI Siap Dukung Food Estate di Riau
Gelar Donor Darah, PMI Tenayan Raya Kulim Kumpulkan 115 Kantong Darah
125 Warga Divaksin di Bus Vaksinasi Keliling Kel Rejosari Tenayan Raya
Tiga Atlet Dan Dua Pengurus NPC Riau Ikuti Wisata Vaksin
Pemkab Bengkalis Bersama Kantor Karantina Pertanian Pekanbaru Galakkan Tanam Talas
UPZ UIR Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 41 Mahasiswa
Elektabilitas AHY dan Demokrat Naik Urutan Kedua
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com