Selasa, 11 Mei 2021
Follow:
Home
Genjot Latihan, Porserosi Pekanbaru Optimis Lahirkan Atlit Berprestasi
Selasa, 29/12/2020 - 10:06:26 WIB
  Hartini bersama asisten pelatih saat menggembleng atlit club Sky binaan Porserosi Pekanbaru  

PEKANBARU, KLIKRIAU.COM - Senin sore, (28/12/2020), laman Perpustakaan Wilayah Provinsi Riau terlihat sepi dari aktifitas. Hanya beberapa kendaraan saja yang masih terlihat parkir. 

Di area inilah atlit-atlit Sepatu Roda dari club Sky binaan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Pekanbaru melaksanakan latihan dengan tetap mengacu pada Protokol Kesehatan. 

Adanya upaya-upaya pihak tertentu yang menghambat jalannya latihan selama ini, tidak menyurutkan semangat Porserosi untuk terus menggembleng atlit. Berbagai upaya dilakukan agar latihan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. 

Melihat jalannya latihan, para atlit maupun calon atlit Sepatu Roda ini digembleng dengan disiplin yang kuat. Waktu latihan harus on time, dan mesti mengikuti semua instruksi pelatih. 

"Tanpa disiplin, mustahil akan sukses meraih prestasi. Untuk itu, saya selalu tegas dan keras dalam mendidik anak-anak asuh saya," ucap Hartini. 

Mantan atlit nasional ini menyebutkan, keseriusan menjadi kunci untuk bisa menjadi atlit. Selain itu, dukungan orang tua juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Disinilah yang kerap memunculkan hambatan dirinya dalam melatih. 

"Terkadang orang tua tak tega melihat anaknya dihardik, dimarahi, dan dihukum kalau melakukan kesalahan. Kalau sudah begini, saya serahkan lagi anaknya. Sebab, kita melatih bukan untuk menjatuhkan si anak, tapi untuk kebaikannya dalam menggapai asa menjadi seorang atlit," sebut pelatih asal Jateng yang sengaja didatangkan Porserosi Pekanbaru ini. 

Tidak berlebihan ketika anak-anak Sky berlatih, Hartini kerap berteriak keras memberikan instruksi. Bahkan, ketika instruksinya tak dilaksanakan, umpatan keluar dari mulutnya. 

"Hei..Tangan mu...! Budek ya..! Waktunya wooi..! Lebih nunduk lagi..!" teriak Hartini yang sudah meroda sejak tahun 1978 ini. 

Baginya, latihan tanpa disiplin ketat merupakan hal yang sia-sia. Sebab, latihan tanpa disiplin hasilnya tidak akan maksimal. Makanya dia selalu menekankan pentingnya disiplin kepada anak didiknya. 

"Waktu latihan kami biasanya setelah sholat subuh dan sore hari. Istilah kami, 'Orang masih mendengkur, kami sudah meroda'. Saya yakin, dengan kedisiplinan anak-anak akan meraih mimpinya menjadi atlit handal. Dan saya optimis, atlit Porserosi Pekanbaru akan bisa meraih sukses," pungkasnya.(sier

 
Berita Terbaru >>
Bantu Sesama Lewat Stand Ramadan Keliling 86
Rumah Zakat Gandeng JMSI Kepri Gelar Santunan dan Buka Puasa Dengan Warga
Dihadiri Ketua Komnas HAM, JMSI Banten Dikukuhkan Ketum Teguh Santosa
Begini Kronologi Dana 5 Miliar Milik Bank BTN Manado Dibobol
JMSI dan Bank Indonesia KpW Aceh Satuni Anak Yatim Keluarga Wartawan
Menhan Salurkan Bantuan PT Priamanaya Energi Untuk Keluarga Korban KRI Nanggala-402
Film Tjoet Nja Dhien Diputar Ulang di Sejumlah Bioskop Tanah Air
Pertama di Pekanbaru Masjid Paripurna Nurul Ibadah Miliki Koperasi Syariah
UAS Diserang Isue Soal Kado Pernikahan, Ini Klarifikasinya
Teguh Santosa Minta Amerika Serikat Hentikan Blokade ke Kuba
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com