Minggu, 01 08 2021
Follow:
Home
Genjot Latihan, Porserosi Pekanbaru Optimis Lahirkan Atlit Berprestasi
Selasa, 29/12/2020 - 10:06:26 WIB
  Hartini bersama asisten pelatih saat menggembleng atlit club Sky binaan Porserosi Pekanbaru  

PEKANBARU, KLIKRIAU.COM - Senin sore, (28/12/2020), laman Perpustakaan Wilayah Provinsi Riau terlihat sepi dari aktifitas. Hanya beberapa kendaraan saja yang masih terlihat parkir. 

Di area inilah atlit-atlit Sepatu Roda dari club Sky binaan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Pekanbaru melaksanakan latihan dengan tetap mengacu pada Protokol Kesehatan. 

Adanya upaya-upaya pihak tertentu yang menghambat jalannya latihan selama ini, tidak menyurutkan semangat Porserosi untuk terus menggembleng atlit. Berbagai upaya dilakukan agar latihan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. 

Melihat jalannya latihan, para atlit maupun calon atlit Sepatu Roda ini digembleng dengan disiplin yang kuat. Waktu latihan harus on time, dan mesti mengikuti semua instruksi pelatih. 

"Tanpa disiplin, mustahil akan sukses meraih prestasi. Untuk itu, saya selalu tegas dan keras dalam mendidik anak-anak asuh saya," ucap Hartini. 

Mantan atlit nasional ini menyebutkan, keseriusan menjadi kunci untuk bisa menjadi atlit. Selain itu, dukungan orang tua juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Disinilah yang kerap memunculkan hambatan dirinya dalam melatih. 

"Terkadang orang tua tak tega melihat anaknya dihardik, dimarahi, dan dihukum kalau melakukan kesalahan. Kalau sudah begini, saya serahkan lagi anaknya. Sebab, kita melatih bukan untuk menjatuhkan si anak, tapi untuk kebaikannya dalam menggapai asa menjadi seorang atlit," sebut pelatih asal Jateng yang sengaja didatangkan Porserosi Pekanbaru ini. 

Tidak berlebihan ketika anak-anak Sky berlatih, Hartini kerap berteriak keras memberikan instruksi. Bahkan, ketika instruksinya tak dilaksanakan, umpatan keluar dari mulutnya. 

"Hei..Tangan mu...! Budek ya..! Waktunya wooi..! Lebih nunduk lagi..!" teriak Hartini yang sudah meroda sejak tahun 1978 ini. 

Baginya, latihan tanpa disiplin ketat merupakan hal yang sia-sia. Sebab, latihan tanpa disiplin hasilnya tidak akan maksimal. Makanya dia selalu menekankan pentingnya disiplin kepada anak didiknya. 

"Waktu latihan kami biasanya setelah sholat subuh dan sore hari. Istilah kami, 'Orang masih mendengkur, kami sudah meroda'. Saya yakin, dengan kedisiplinan anak-anak akan meraih mimpinya menjadi atlit handal. Dan saya optimis, atlit Porserosi Pekanbaru akan bisa meraih sukses," pungkasnya.(sier

 
Berita Terbaru >>
Rizki DA, Kembali Nikahi Nadya Mustika Rahayu
Himbauan MUI Pekanbaru Dukung PPKM Level IV
Kasus Covid Masih Tinggi, Ruang ICU di RS Rujukan Penuh
Akidi Tio, Ai Lap Yu Pul
Gempa M 6,7 Guncang Luzon Filipina
Tingkatkan Imunitas Tubuh, Selodang Perkenalkan Senam Bijuangsa
Gubri Syamsuar Minta Semua Anak Sabar dan Belajar di Rumah Dulu
Bulog Riau Salurkan 3.156.230 Kg Beras untuk 315.623 KPM di 12 Kabupaten Kota
Ayla: Alhamdulillah, Saya Sudah Divaksin!
Sejumlah RS di Riau Minta Pusat Bayarkan Klaim Penanganan Covid-19
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com