Minggu, 01 08 2021
Follow:
Home
Bupati Sabu Raijua Warga AS, Bawaslu Menolak Disebut Kecolongan
Kamis, 04/02/2021 - 23:43:06 WIB
  Sabu Raijua  
JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan memastikan pihaknya tidak kecolongan soal temuan bahwa Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient P Riwu Kore, berkewarganegaraan Amerika Serikat.

"Bawaslu tidak kecolongan, tapi aktif dari jajaran kami ketika ada dugaan dia (Orient) dwikewarganegaraan. Maka Bawaslu Sabu Raijua aktif melakukan beberapa tindakan," kata Abhan dalam konferensi pers, Kamis, 4 Februari 2021.

Abhan menjelaskan, pada 10 September 2020, Bawaslu Sabu Raijua menyurati Kedutaan Besar AS di Jakarta. Bawaslu juga sekaligus menyurati Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian yang hingga hari ini belum ada jawaban.

Kemudian pada 15 September 2020, Bawaslu Sabu Raijua melayangkan surat kepada KPU untuk memastikan keabsahan dokumen syarat pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, sebelum dilakukan penetapan pasangan calon pada 23 September.

Pada tanggal yang sama, jajaran Bawaslu Sabu Raijua juga mengirim surat kepada Kepala Kantor Imigrasi Provinsi NTT terkait permintaan data kewarganegaraan Orient, dan menyurati Kedubes AS kedua kalinya.

Pada 16 September 2020, Bawaslu Sabu Raijua mengirim surat ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM. "Hingga saat ini belum ada jawaban," kata Abhan.

Pada 19 Oktober, Bawaslu Sabu Raijua mengirim surat lagi ke Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian dan hingga saat ini belum ada jawaban. Kemudian pada 21 Oktober, Bawaslu Sabu Raijua mengiirm surat kembali pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum juga hingga saat ini belum ada jawaban.

Pada 18 November 2020, Bawaslu menyurati Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian, dan hingga saat ini belum ada jawaban. Pada 9 Januari 2021, Ketua Bawaslu melakukan percakapan dengan Kedutaan Besar AS melalui email. Kemudian, pada 1 Februari 2021, Bawaslu menerima surat dari Kedubes AS yang menyampaikan bahwa Orient Riwu Kore benar sebagai warga Amerika Serikat.

Dari kronologi tersebut, anggota Bawaslu Rahmat Bagja menilai bahwa masalah itu bisa menjadi pembelajaran selama proses pencalonan. Koordinasi kerja sama antarinstansi dalam memastikan informasi yang ditemukan Bawaslu menjadi valid. "Tidak kemudian menunggu 1 Februari 2021," kata dia.

Sumber: Tempo.co

 
Berita Terbaru >>
Rizki DA, Kembali Nikahi Nadya Mustika Rahayu
Himbauan MUI Pekanbaru Dukung PPKM Level IV
Kasus Covid Masih Tinggi, Ruang ICU di RS Rujukan Penuh
Akidi Tio, Ai Lap Yu Pul
Gempa M 6,7 Guncang Luzon Filipina
Tingkatkan Imunitas Tubuh, Selodang Perkenalkan Senam Bijuangsa
Gubri Syamsuar Minta Semua Anak Sabar dan Belajar di Rumah Dulu
Bulog Riau Salurkan 3.156.230 Kg Beras untuk 315.623 KPM di 12 Kabupaten Kota
Ayla: Alhamdulillah, Saya Sudah Divaksin!
Sejumlah RS di Riau Minta Pusat Bayarkan Klaim Penanganan Covid-19
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com