Minggu, 20 Juni 2021
Follow:
Home
Diduga Dicabuli Pejabat, 4 Pegawai Honorer Kabupaten Barru Alami Trauma
Selasa, 20/04/2021 - 22:46:35 WIB
  Ilustrasi.detik.com
 
BARRU- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) inisial AT membuat gempar setelah dia diduga mencabuli 4 wanita pegawai honorer di kantornya. Korbannya mengalami trauma hingga takut masuk ke kantor.

Awalnya kasus pencabulan ini tertutup rapat, bahkan sesama korban tidak saling mengetahui jika mereka telah sama-sama pernah menjadi korban pencabulan. Kasus ini kemudian terungkap saat korban terakhir menceritakan momen mencekam saat dirinya dicabuli.

"Mereka (korban) bertemu dan ternyata ya itu, mereka yang lain itu juga pernah mengalami," kata pendamping hukum korban, Arni Yonathan, Selasa (20/4/2021).

Ternyata, menurut pengakuan korban dugaan pencabulan itu sudah terjadi sejak April 2020 lalu. Selanjutnya dugaan pencabulan terjadi pada Oktober dan November 2020.

Tak sampai di situ, pencabulan kembali dialami korban lainnya pada Maret 2021 sehingga kasus ini mencuat.

"Korban mengalami trauma psikis. Korban yang terakhir yang kejadian kemarin, bulan Maret itu mereka nggak mau masuk kantor lagi, nggak mau ketemu lagi dengan Pak Kadisnya. Beban psikis," ungkap Arni.

Selain itu, wanita pegawai honorer yang menjadi korban pencabulan ini ada dari seorang gadis, wanita sudah bersuami, hingga janda.

"1 Orang korban sudah berkeluarga, 1 gadis, 2 status cerai hidup (totalnya 4 korban)," ujar Arni.

Arni selaku kuasa hukum para korban yang juga menjabat Sekretaris 1 DPD BAIN HAM RI Parepare, membawahkan bidang departemen wanita (perlindungan perempuan dan anak) dan juga para korban sudah melaporkan Kadishub Barru inisial AT tersebut ke Polres Barru pada Senin (19/4) kemarin. Laporan itu kemudian diterima oleh polisi dengan nomor surat tanda terima laporan polisi: STTLP/91/IV/2021/SPKT/ Polres Barru /Polda Sulsel.

"(Sebagai terlapor dugaan pencabulan) Kadis Perhubungan Barru, iya," kata Arn.

Menurut Arni dari laporan para korban, dugaan perbuatan cabul AT dilakukan saat dia memanggil korban ke ruangannya.

"Ya modusnya seperti apa, ya itu tadi, mereka dipanggil masuk ke ruangan dengan berbagai alasan," katanya.

Korban terakhir yang mengaku dicabuli mengaku tidak tahan dengan aksi AT sehingga dia buka suara.

"Nanti setelah korban terakhir ini sudah nggak tahan, nggak mampu membawa sendiri yang dialami itu dia melapor sama teman-temannya, ada kejadian," kata Arni.

Meski ada 4 orang korban, sejauh ini yang resmi melapor ke polisi adalah korban berinisial RS. Sementara laporan oleh 3 korban lainnya disebut bisa menyusul.

"Kan kemarin itu baru ada 1 orang yang resmi melapor. Untuk saat ini, yang 3 (korban lain) itu saksi, tapi nanti menurut kepolisian kasusnya dikembangkan tidak menutup kemungkinan mereka akan melapor resmi lagi kembali untuk 3 orang ini," jelas Arni.

Sumber: Detik.com

 
Berita Terbaru >>
Support Atlet SOIna ke Rusia, Gubernur Riau Ikut Main Floorball
Menuju KLA Utama, Wawako Pekanbaru Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid
FH UIR dan DPD RI Bahas Pokok-pokok Haluan Negara dan Amandemen Terbatas UUD 1945
Gubernur Sumut Bersembang ke Rumah Quran Milik UAS
Kemhan RI Siap Dukung Food Estate di Riau
Gelar Donor Darah, PMI Tenayan Raya Kulim Kumpulkan 115 Kantong Darah
125 Warga Divaksin di Bus Vaksinasi Keliling Kel Rejosari Tenayan Raya
Tiga Atlet Dan Dua Pengurus NPC Riau Ikuti Wisata Vaksin
Pemkab Bengkalis Bersama Kantor Karantina Pertanian Pekanbaru Galakkan Tanam Talas
UPZ UIR Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 41 Mahasiswa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com