Senin, 08 08 2022
Follow:
Home
Pertama di Asia
Inovasi Baru IJN Tangani Pasien Katup Jantung Bocor
Kamis, 02/12/2021 - 11:39:03 WIB
  Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi, Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN.  
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU.COM-  Institut Jantung Negara (IJN)  menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil melakukan metode perawatan jenis baru pada  pasien penderita regurgitasi trikuspid atau katup jantung bocor. Perawatan ini adalah prosedur invasif minimal yang  melibatkan penggunaan sistem pengiriman katup kering yang dimuat sebelumnya, yang disebut sistem Katup Bikaval Transkateter TricValve® (Bioprosthesis).

Penunjukan Perangkat Terobosan untuk TricValve® dan bioprostesis digunakan untuk pasien dengan regurgitasi trikuspid berat (katup bocor) dengan risiko tinggi untuk operasi jantung terbuka.

Prosedur dilakukan di IJN pada 6 Mei 2021, oleh tim Gagal Jantung &Transplantasi  Jantung dan Departemen Kardiologi.

Sistem TricValve® secara khusus  dikembangkan untuk pasien yang menderita regurgitasi katup trikuspid, terutama mereka yang tidak dapat mengontrol gejalanya melalui perawatan lain dan dianggap terlalu berisiko tinggi untuk pembedahan.

Regurgitasi katup trikuspid adalah suatu kondisi di mana selebaran katup trikuspid tidak dapat menutup dengan benar, menyebabkan aliran balik darah (atau "memuntahkan") ke  ruang  kanan atas jantung dan dalam kondisi parah ke dalam cava. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung.

Penyebab umum dari kondisi ini adalah peningkatan ukuran bilik jantung kanan bawah (ventrikel kanan), yang dapat menyebabkan ketegangan pada kemampuan katup trikuspid untuk berfungsi.

Pasien mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, irama jantung yang tidak normal, sesak napas, dan pembengkakan pada kaki dan perut. Namun, tanda-tanda ini seringkali tidak berkembang sampai kondisinya menjadi parah. Pasien dengan regurgitasi katup trikuspid ringan ditangani dengan obat-obatan untuk meredakan gejala, dan pasien dengan kondisi parah mungkin memerlukan perbaikan atau penggantian katup jantung.

Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi, Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, menjelaskan bahwa tidak semua pasien mampu menahan risiko operasi atau mungkin memiliki kondisi lain yang membuat mereka tidak cocok untuk prosedur tertentu.

“Misalnya, pilihan bedah umum untuk regurgitasi katup trikuspid adalah annuloplasty, prosedur yang mengencangkan cincin di sekitar katup di jantung. Sayangnya, pada pasien dengan anulus trikuspid yang sangat melebar atau dengan alat pacu jantung sebelumnya atau kondisi lain yang mendasarinya, mereka tidak akan cocok untuk prosedur tersebut.

“Untuk kasus seperti itu, penting bagi kami untuk dapat menawarkan pengobatan inovatif baru seperti TricValve® untuk membantu lebih banyak pasien meringankan gejala mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” katanya.

Sistem katup ganda dikembangkan untuk prosedur invasif minimal dan menawarkan periode pemulihan yang lebih cepat untuk pasien dengan gejala regurgitasi trikuspid yang parah. Oleh karena itu, kurva belajar bagi dokter relatif cepat, dan prosedur dapat dilakukan secara efektif sambil memastikan keselamatan pasien.

Sementara itu, Datuk Dr Aizai Azan Abdul Rahim, Chief Executive Officer & Senior Consultant Cardiologist, IJN mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim IJN karena telah mencari metode pengobatan yang lebih baru dan lebih inovatif.

“Bukan rahasia lagi bahwa kesuksesan IJN dibangun di atas kemauan staf kami untuk terus belajar, mencari perawatan inovatif baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kami dan mendorong batas-batas untuk dapat merawat lebih banyak pasien yang dianggap tidak cocok. operasi.”

-Untuk informasi lebih lanjut tentang Institut Jantung Negara (IJN), silakan kunjungi www.ijn.com.my atau www.facebook.com/IJN.Malaysia.
K.K.L.I.U: 2058/2021. Ini adalah iklan produk obat.


TENTANG  IJN

Institut Jantung Negara (IJN) didirikan pada tahun 1992 dan didedikasikan untuk pengelolaan dan pengobatan penyakit jantung dengan menyediakan layanan kardiologi, kardiologi pediatrik, dan bedah kardiotoraks untuk orang dewasa dan anak-anak.

Saat ini, IJN dianggap sebagai salah satu pusat medis terbaik untuk perawatan kardiovaskular dan toraks di Malaysia dan kawasan. IJN terus mengikuti perkembangan medis terkini, mulai dari penanganan lubang sederhana pada operasi jantung hingga transplantasi jantung dan paru-paru.

Dengan komitmen kuat untuk menjadi pusat keunggulan perawatan jantung global, IJN telah membuka jalan dengan menciptakan banyak "yang pertama" untuk perawatan kardiovaskular dan toraks di negara ini, yaitu:

1.Pertama di SEA yang memperkenalkan AXXESS Stent untuk mengobati lesi bifurkasi
2.Pertama di Asia yang memperkenalkan Renal Denervation – prosedur ablasi frekuensi radio untuk merawat pasien dengan hipertensi resisten
3. Pertama di Asia Tenggara yang menanamkan Bio resorbable Vascular Scaffold – perangkat stenting baru
4. Pertama di negara ini untuk menanamkan perangkat Watchman untuk mengurangi risiko stroke pada pasien dengan AF
5. Memperkenalkan HeartMate II – alat bantu jantung mekanis baru sebagai jembatan menuju transplantasi pada tahun 2010
6. Pertama di Malaysia yang melakukan Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
7. Pertama di Malaysia yang melakukan lobektomi invasif minimal untuk penyakit paru-paru
8. Pertama di negara ini yang melakukan prosedur invasif minimal untuk memperbaiki kelainan bentuk dada bawaan yang disebut "Pectus Excavatum" dan "Pectus Carinatum"
9. Pertama di Malaysia yang melakukan transplantasi jantung ganda (ulangi) dalam waktu 24 jam
10. Pertama melakukan operasi lubang kunci (endoskopi) untuk mengobati fibrilasi atrium tunggal di Asia dan Australasia pada tahun 2006
11. Pertama kali melakukan transplantasi paru tunggal dan ganda
12. Pertama melakukan implantasi Implantable Ventricular Assist Device (IVAD).
13. Lembaga medis pertama di negara ini dan kawasan Asean Tenggara yang melakukan operasi bypass koroner dan prosedur timektomi kompleks pada pasien sadar atau 'bangun' tanpa anestesi umum.
14. Pertama di Malaysia yang melakukan transplantasi sel induk sumsum tulang pada pasien yang menderita penyakit jantung iskemik parah tanpa pilihan pengobatan lain.
15. Lembaga medis pertama yang melakukan pengadaan homograft untuk memfasilitasi transplantasi jantung.
16. Lembaga medis pertama di negara ini yang melakukan transplantasi jantung.
17. Salah satu yang pertama di wilayah ini yang melakukan pemetaan rinci untuk aritmia kompleks.
18. Lembaga medis pertama di dunia yang Menanamkan Saluran Katup Paru yang Dapat Diserap secara Bio
19. Lembaga medis pertama di Malaysia yang melakukan penggantian lengkap aorta.
20.  Alat pacu jantung terkecil generasi pertama di dunia
21. Pertama di Asia yang melakukan prosedur Penyakit Arteri Perifer dengan perangkat Vascuflex Multi-LOC
22. Pertama di Malaysia yang menanamkan sistem alat pacu jantung dua ruang pada pasien hamil menggunakan pencitraan non-fluoroscopic
23. Pertama di luar Amerika Serikat yang Menanamkan Micra AV Pacemaker
24. Pertama di kawasan ASEAN yang menanamkan MyVal perangkat dengan teknologi terbaru untuk mengobati stenosis aorta
25. Yang pertama di Malaysia, Intravascular Lithotripsy (IVL) untuk mengobati aterosklerosis kalsifikasi parah.(rls)

 
Berita Terbaru >>
Nawazir Kadir: PT BSP Ibarat Beli Kijang Seharga Alphard
PT SS dan PT SPS Teken MoU dengan Koperasi Kemenkopolhukam
SMPN 10 Pekanbaru Sembelih 2 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing
Pembelajaran Penting dari Kapolres Sampang Soal Kompetensi Wartawan
Diduga Palsukan Surat Tanah, Mantan Camat Tenayan Raya Dipolisikan
Tak Kirim Kafilah di MTQ XL Rohil, Irwan Nasir Sayangkan Kebijakan Bupati Meranti
Konferprov PWI Riau, JMSI Riau Dukung DR H Syafriadi SH MH
Denny : Mafia Hukum dan Oligarki Korup Kalimantan Selatan
Beredar Polling 2 Pengusaha, Mardani Maming jadi Sosok Pilihan Warga
Rudal Yanto Hadir Ramaikan Gerai Kuliner Kota Pekanbaru
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com