Kamis, 06 Oktober 2022
Follow:
Home
Soal Pelecehan Seksual di UNRI, KOMAHI dan Penyintas Serahkan Petisi ke PN
Senin, 28/Maret/2022 - 19:08:16 WIB
 
 
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,KLIKRIAU.COM - Terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan Dekan Fisipol UNRI berinisial SH, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) FISIP UNRI menyerahkan petisi kepada Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru melalui Pusat Pelayanan, Senin (28/3/2022). Dalam petisi di platform change.org yang diinisiasi KOMAHI ini sudah didukung lebih dari 41 ribu orang. 

"Penyintas Kekerasan Seksual di UNRI dan KOMAHI mengharapkan agar Hakim dapat menghukum terdakwa pelecehan seksual di UNRI secara maksimal, agar penyintas mendapatkan keadilan sebagaimana semestinya, dan memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan seksual," ucap Mayor KOMAHI UR, Khelvin Hardiansyah kepada media ini, Senin (28/3/2022).

Dengan tegas penggagas petisi ini mengatakan, bahwa penyintas kekerasan seksual dan KOMAHI ingin kasus ini dapat ditegakkan seadil-adilnya.

"Memang, sulit untuk membuktikan kasus Kekerasan Seksual dengan payung hukum kita sekarang ini. Tapi kami berharap agar para penegak hukum dapat berlaku adil dan membantu penyintas untuk mendapatkan keadilan," kata Khelvin. 

Disebutkan Khevin, 5 Bulan sudah perjalanan kasus ini, dalam proses persidangannya pun sudah akan memasuki tahap Putusan pada Selasa 29 Maret 2022. 

Jaksa Penuntut Umum juga telah memberikan tuntutan pidana penjara 3 Tahun, dan restitusi atas kerugian penyintas sebesar Rp.10.772.000. Tuntutan itu dapat dikatakan rendah karena hanya sepertiga dari pasal yang dituntutkan (Pasal 289 KUHP). 

"Meski begitu, kami tetap menghormati keputusan Jaksa Penuntut Umum dalam memberikan tuntutan. Sebab, tujuan dari petisi ini untuk menggalang dukungan dari masyarakat Indonesia, untuk sama-sama menolak kekerasan seksual. Makanya kita meminta hakim agar menuntut terdakwa secara maksimal, sesuai atau lebih dari tuntutan JPU. Bagi kami, 3 tahun itu rendah dibandingkan dengan kondisi mental korban yang terbebani dalam jangka panjang," tegasnya.

Dia juga berharap, Hakim dapat memberikan vonis setidaknya sesuai dengan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, dan tidak diberikan pengurangan lagi. Apalagi kasus Kekerasan Seksual di kampus ini kerap terjadi. Hanya saja sangat sedikit korban yang berani melapor dan mengungkapkannya. 

"Ya, Petisi telah kita serahkan kepada Ketua Pengadilan Pekanbaru, dengan  harapan dapat disampaikan kepada Majelis Hakim yang menangani kasus ini," pungkasnya.(sir)

 
Berita Terbaru >>
November 2022, Seleksi PPPK Pemko Pekanbaru Dibuka
Buntut Tragedi Kanuruhan, 10 Anggota Polri Dicopot
Audiensi Bersama Bawaslu Sulut, PJS Komitmen Saling Dukung dalam Pengawasan Pemilu
PIN ATM Nasabah Tak Berfungsi, Bank Sulutgo Pohuwato Bermasalah
Anies Baswedan Terima Pinangan Partai Nasdem Jadi Capres 2024
Usai Munas November 2022 Mendatang, PJS Targetkan jadi Konstituen Dewan Pers
Obstruction of Press Freedom
Gubri Kukuhkan Dandrem 031 WB dan Istri Jadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting
Jokowi : Tahun Depan akan Gelap, Ada Badai Besar!
Terpapar Gula Terlalu Dini, Resiko Penyakit Tinggi Pada Anak
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com