Selasa, 17 Mei 2022
Follow:
Home
Langkah Kuda Richie Hermawan
Richie: Nothing Impossible
Minggu, 17/04/2022 - 13:12:00 WIB
  Richie meraih emas Kejurprov Catur Pelalawan Tahun 2021   


Belajar otodidak dari sang nenek, Richie Hermawan kini menjadi atlit catur andalan Provinsi Riau.  


RICHIE HERMAWAN lahir di Pekanbaru, pada 22 Maret 2007, dari pasangan Herman Antoni (seorang arsitek) dan Dewi Astuti (seorang pendidik/guru). Richie mulai menapak dunia pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 082, Kecamatan Sail, Pekanbaru.

Menurut cerita sang ibu, Dewi Astuti, Richie mencintai catur sejak masih duduk di bangku kelas 1 SD. Dimana awalnya dia sekedar melihat sang nenek bermain catur. Selanjutnya sang nenek mengajarkan Richie bagaimana bermain catur. Dari situ Richie mulai menggeluti olahraga catur.

Bakat alam ditunjang dengan kecerdasan yang dimilikinya membuat permainan catur Richie berkembang pesat. 

Pada saat duduk di kelas 4 SD (2016),  Richie terpilih mewakili sekolahnya untuk bertanding catur tingkat SD se-Kecamatan Sail. Dan Richie berhasil meraih juara 1 dan diutus mewakili Kecamatan Sail untuk  bertanding di tingkat Kota Pekanbaru.

"Sayang Richie belum berhasil menorehkan prestasi. Ia dikalahkan anak yang lebih muda darinya. Ini yang membuat Richie sedih. Namun ia merasa terhibur saat seorang wasit datang mendekatinya dan menawarkannya untuk dilatih dan memberi nomor teleponnya," ucap Dewi.

Tangan Dingin Pelatih
Bersua dengan pelatih catur menjadi anugerah bagi Richie. Alek, begitu nama pelatih catur itu. Alek melihat ada potensi besar yang dimiliki Richie. Alek yakin, jika anak ini diasah akan menjadi atlit besar nantinya. 

Hari demi hari, Richie terus mengasah keterampilannya bermain catur lewat bimbingan khusus dari Alek. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Baru dua bulan  berlatih, Richie berhasil meraih juara 1 Catur Junior kelompok umur Kota Pekanbaru 2016.

Atas prestasinya itu, Richie diutus mengikuti Kejuaraan catur tingkat Provinsi Riau. Di tingkat provinsi, Richie belum berhasil meraih juara. Ia gagal mewakili provinsi untuk ikut di tingkat Nasional. Namun hal ini membuat semangat Richie membara. 

Meskipun tidak berhasil meraih juara, Richie tetap ingin mencoba menjajal kemampuannya di tingkat Nasional di Depok. Ya, saat itu yang tak Juara bisa saja mengikuti kejuaraan catur tingkat nasional, tapi harus dengan biaya sendiri.

Dengan alasan untuk mencari pengalaman bertanding, Richie nekad meminta kepada ibunya agar bisa berangkat.

Tak ingin mengecewakan sang anak, Mama Richie berusaha mencari dukungan keluarga dan kerabat untuk biaya keberangkatan ke Depok tersebut. "Alhamdulillah, ada keluarga yang bantu. Dan Richie akhirnya berangkat mengikuti kejurnas catur tersebut," kenang Dewi.

Di Kejurnas Catur 2016 itu, Richie memang belum berhasil juara. Namun ia mendapat pengalaman berharga telah menghadapi atlit-atlit catur Nasional.  

Setahun setelah itu, pada tahun 2017 Richie kembali mengikuti kejuaraan provinsi dan berhasil meraih juara 3. Richie pun diutus untuk mengikuti Kejuaraan Nasional di Bogor. Juga dengan biaya sendiri. Karena yang dibiayai ikut bertanding hanya juara 1 saja. Di kejurnas Bogor ini pun Richie masih belum bisa menorehkan prestasi. 

Dua tahun berturut-turut gagal di tingkat Nasional, Richie sempat disebut pecundang (orang yang selalu kalah) oleh lawan mainnya. Sedih, tentu saja. Bahkan si bungsu ini sampai menangis dibuatnya. "Ya, dia memang tidak menangis dihadapan lawannya, tapi dia menangis saat bertemu mamanya di rumah," terang Dewi lagi.

Sukses Yang Tertunda
Setahun berlalu. Richie yang terus berlatih di bawah bimbingan Alek bertekad ingin mempersembahkan prestasi buat Provinsi Riau. Ia pun mengikuti seleksi di tingkat kota. Lagi-lagi, Richie berhasil meraih juara 1 se-Kota Pekanbaru. 

Selanjutnya, Richie pun berhasil meraih juara 2 se-Provinsi Riau. Richie pun diutus kembali untuk ketiga kalinya mengikuti kejuaraan Nasional yang diselenggarakan di Aceh tahun 2018. 

Karena meraih juara 2, Richie dibiayai walaupun lewat transportasi darat dari Medan ke Aceh. Sedangkan yang juara 1 diberangkatkan dengan pesawat langsung ke Aceh. Semua itu tidak jadi masalah bagi Richie. Ia tetap semangat berangkat tanding ke tingkat Nasional .

Richie bukan pemain andalan. Karena dia tidak meraih juara 1 Provinsi. Bahkan di koran pun dibunyikan bahwa mereka yang berangkat bertanding ke Aceh bukan atlit andalan. Hanya satu atlet yang diharapkan juara nasional. Yaitu atlet usia dini yang bernama Malik yang meraih juara 1 se Provinsi Riau.  

Richie dan atlet catur lainnya yang tidak juara satu yang dianggap bukan andalan tersebut berangkat ke Aceh dengan Bus. 

Doa Bunda
Betul kata pepatah, sayang ibu sepanjang jalan. Berbekal dana yang pas-pasan Richie ditemani ibunya berangkat ke Aceh untuk mengikuti kejurnas catur 2018.

Kejurnas ini ternyata memakan waktu yang cukup lama juga. Beberapa hari di Aceh dana mama Richie menipis dan terpaksa meminjam uang kepada keluarga. 

Malam harinya sang mama berdoa sambil berurai air mata. Karena setiap bertanding ke tingkat Nasional, mama Richie selalu meminjam uang untuk biaya keberangkatan anaknya. 

"Malam itu saya berdoa. Ya Allah, naikkan lah derajat Richie, sehingga kami tidak selalu meminjam uang dan menyusahkan orang lain setiap berangkat tanding," kenang Dewi.

Doa sang ibu dan perjuangan yang dilakukan Richie akhirnya berbuah manis. Di Kejurnas Aceh tersebut, Richie berhasil meraih juara 3. Seorang wasit Nasional yang berasal dari Riau mendatangi mama Richie dan mengucapkan selamat atas kemenangan Richie.

"Richie juara atas kehendak Allah, bu. Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak," ucapnya wasit itu terharu.

Hari itu, Richie disalami banyak orang. Bahkan ada juga yang memberi amplop. Pecundang yang dulu tak dianggap, kini menjelma jadi pecatur handal yang diperhitungkan.

Media pun menerbitkan berita seputar  kemenangan Richie. Nama Richie mulai dikenal dimana-mana. Bahkan Grup catur tempat Richie bermain juga makin dikenal luas. 

Sejak meraih juara Nasional, Richie selalu dibiayai mengikuti pertandingan tingkat Nasional. Tahun 2019 Richie diutus bertanding di Ambon. Tahun 2020 tidak ada pertandingan dikarenakan sedang merebaknya wabah corona. Tahun 2021 Richie kembali diutus mengikuti pertandingan di Belitung dengan dibiayai oleh pemerintah provinsi Riau. Walau Richie belum berhasil mempertahankan juara Nasionalnya, setidaknya jam terbang  bertanding Richie sudah tinggi.

Richie yang dihubungi media ini mengatakan, sangat senang bisa memberikan sesuatu untuk Riau. Dia juga berharap kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Milenial sekarang. Ada pelajaran berharga yang bisa diambil. 

"Pertama, jangan pernah menyerah untuk mencapai keinginan. Nothing impossible (Tidak ada yang tidak mungkin). There is a will, there is a way (Dimana ada kemauan disitu ada jalan). Ya, jika belum berhasil teruslah berusaha. Semua akan indah pada waktunya," ucap Richie.(sier)

 
Berita Terbaru >>
Melipat Sarung
Soal Pj Walikota Pekanbaru, Ini Kata Fauzi Kadir!
Pengungsi Rohingya Ditampung di Bukit Raya
Teguh Santosa Siap Kolaborasi dengan Megawati Soekarnoputri
Gelar Halal Bihalal dengan Insan Pers, Apical dan Asian Agri Kenalkan Program SMILE
Penyeludupan 8 Kg Sabu Digagalkan Petugas Gabungan di Bengkalis
Pemko Pekanbaru akan Verifikasi Tiga Perusahaan Pendaftar Lelang Pasar Wisata
FIMRI Berharap Kemendagri Menunjuk Pj Wako Pekanbaru dan Kampar Sesuai Ekspektasi Warga
Silaturahmi dengan Insan Pers, Penasehat Gubri: Jaga Kondusifitas Daerah
Selama Libur Idul Fitri 1443 H, Layanan Disdukcapil Pekanbaru Tutup
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com