Rabu, 30 November 2022
Follow:
Home
Melky Tuwankotta : Bunga Terompet dan Kecubung Bisa Sebabkan Gila dan Hilang Ingatan
Jumat, 04/November/2022 - 18:03:28 WIB
  Melky Tuankotta,SE Kepala BNNK Kepulauan Sangihe. (Foto: KlikIndonesia (NT) Kamis,03/11/2022.
 
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU.COM(SANGIHE) - Masyarakat Sangihe kini dihebohkan dengan efek tanaman jenis bunga Terompet dan bunga Kecubung. Pasalnya, ditenggarai jenis tanaman ini membuat orang yang menggunakannya sempyongan layaknya orang mabuk.

Dari penelusuran di lapangan kepada warga sekitar, mereka mengakui jika sudah ada yang mencoba menggunakannya dan bisa jadi gejalanya seperti orang yang menggunakan narkoba.

“Pokoknya depe model kita liat sama deng orang mabo, (modelnya seperti orang mabuk),” ungkap beberapa warga yang enggan mengungkapkan identitasnya, kepada Klik Indonesia.co pada Kamis (3/11/22).

Melihat fenomena ini Kepala BNNK Kepulauan Sangihe, Melky Tuwankotta, SE membenarkan jika kedua jenis tanaman tersebut mengandung zat adiktif yang menimbulkan ketergantungan.

"Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa menimbulkan ketergantungan atau adiksi.
Orang yang mengalami Adiksi ingin menggunakan zat tersebut secara terus menerus,” kata Melky Tuwankotta.

Melky mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian kedua jenis tanaman ini termasuk golongan narkotika, namun bungan Kecubung kerap digunakan sebagai penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius. Ini disebabakan daun Kecubung berkhasiat anestesi dan tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi.

Sudah banyak korban penyalahgunaan bunga Kecubung yang dilaporkan tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara–negara lain. Penggunanya menjadi gila bahkan hilang ingatan.

Karena sifatnya yang memabukkan itulah bunga Kecubung dan tembakau Gorila ikut dalam daftar 15 tanaman yang diusulkan Kementerian Kesehatan untuk masuk dalam golongan Narkotika. Konon, efek mabuk dari kecubung jauh lebih dahsyat ketimbang ganja. Itulah kenapa sering terdengar cerita orang berhalusinasi atau tidak sadarkan diri sampai berhari-hari karena mengonsumsi Kecubung.

Di Kepulauan Sangihe sendiri beberapa pekan terakhir sudah ada yang mencoba tanaman jenis tersebut. Karena bunga Kecubung adalah tanaman yang termasuk tumbuh subur di daerah ini karena sangat mudah dijumpai.

Walaupun tanaman ini tidak digunakan oleh masyarakat Sangihe, namun kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya bunga Kecubung ini tetap mengkhawatirkan. Apalagi terindikasi segelintir anak–anak muda yang suka menyalahgunakannya.

Oleh karena itu BNNK Kepulauan Sangihe  menghimbau masyarakat agar tetap mengawasi penggunaan bunga kecubung ini terutama dikalangan remaja. Dan akan lebih baik jika dimusnahkan apabila memang sudah disalahgunakan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat yang menemukan jenis tananam tersebut lebih baik dimusnakan, jangan sampai tumbuh banyak dan akan dipergunakan oleh mereka yang sudah mencoba tanaman ini,” ungkap Melky.(*)

 
Berita Terbaru >>
Pemprov DKI Anggarkan Rp 7,5 Miliar untuk Optimalisasi Jalur Sepeda
Gubri Syamsuar Ajarkan Jurus Pemikat Pelancong Datang ke Dayun
PUPR-PKPP Riau Gesa Perbaikan Ruas Jalan Lintasan Tour De Siak
Bertemu Komisi XI DPR RI, Gubri Syamsuar Bahas Perkebunan Sawit
Menag: Forum Halal H20 Momentum Bangun Kemitraan Halal Global
Dekarbonisasi Industri Harus Melibatkan Seluruh Rantai Nilai Perusahaan
Kemenag: Meningitis Bukan Syarat Keberangkatan Umrah, Dianjurkan untuk Komorbid
Polres Jaksel Selidiki Pemukulan Diduga Dilakukan Anak Petinggi Polri
50 Mualaf Ikuti Pembinaan Mualaf Center Baznas Angkatan I
Bupati Indramayu Berhasil Tarik Pajak 33,9 Milyar dari Pertamina
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com