Minggu, 03 Maret 2024
Follow:
Home
Kapolres Indramayu Imbau Para Orang Tua Edukasi Anak Agar tak Terjerumus Prostitusi
Rabu, 25/Januari/2023 - 18:52:11 WIB
 
Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H saat melakukan konferensi pers kasus prostitusi online yant terjadi di wilayah hukumnya. (pjs)
 
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU.COM (INDRAMAYU) - Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H., mengimbau kepada para orang tua untuk bisa mengedukasi anak-anaknya agar tidak sampai terjerumus dalam dunia prostitusi. Mengingat saat ini banyak anak yang menjadi korban pelecehan seksual.

Bahkan belum lama ini, Polres Indramayu dan jajaran Polda Jawa Barat  meringkus tiga orang mucikari prostitusi online di  kos-kosan di daerah Jalan Kembar Kelurahan Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Salah seorang mucikari warga Kabupaten Bogor masih  di bawah umur berusia 16 tahun.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama para orang tua untuk bisa memberikan edukasi dari sekarang juga tentang situasi sekarang ini," ujar Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar, Rabu (25/1/2023).

"Jangan sampai, mereka menjadi korban pelecehan seksual ataupun terkait tindak pidana perdagangan orang," imbuhnya.
Ia menilai, peran dari lingkungan sekolah maupun orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian tersebut.

Diketahui sebelumnya  Polres Indramayu berhasil membongkar kasus prostitusi online di Kabupaten Indramayu, tiga mucikari yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka datang sejak tanggal 4 Januari 2023 untuk menjalani bisnis prostitusi dengan menyewa 3 kamar kos-kosan di daerah Jalan Kembar Kelurahan Kepandean, Kabupaten Indramayu.

Masing-masing mucikari itu adalah MFM (16) warga Kabupaten Bogor, RLJ (22)  serta MF (24) warga Jakarta. Selain murcikari, polisi juga mengamankan 3 orang PSK asal Kabupaten Bogor yang dipasarkan oleh para tersangka, yakni berinisial JY (15), MD (30), dan AA (24).

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka mucikari tersebut diancam dengan Pasal 2 ayat (2) UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindana Perdagangan Orang (PTPPO).

Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta," pungkasnya. (bd)

 
Berita Terbaru >>
Dirjen HAM Kemenkumhan Sambut Baik Revitalisasi KUA sebagai Sentra Pelayanan Keagamaan
LBH Boxer Group Beri Bantuan Hukum bagi Narapidana
UMRI Resmi Launching Sekolah Pascasarjana Prodi Magister Manajemen dan Kewirausahaan
Piala Kemenpora RI, Kejuaraan Taekwondo Andalan Indonesia Diikuti 2.220 Peserta
Kapolri Tekankan Persatuan-Kesatuan Modal Utama Wujudkan Indonesia Emas 2045 di Rapim Polri
Kasus Penganiayaan Wartawan, Kapolres Labuhanbatu Akhirnya Minta Maaf
Lagi! Kades di Kabupaten Parimo Ditetapkan Tersangka Tindak Pidana Pemilu 2024
Harga Cabai dan Ayam Potong di Pekanbaru Diharapkan Turun di Awal Ramadan
Firli Bahuri Kembali Mangkir dari Panggilan Penyidik
Kapolres Banggai Resmikan Rumah Imam dan Marbot Masjid Ar-Rahman
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com