Jumat, 14 Juni 2024
Follow:
Home
Pemprov Riau Lakukan Upaya Pengendalian Inflasi Daerah
Jumat, 17/Mei/2024 - 16:18:20 WIB
  Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyant. (mcr)  
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU (PEKANBARU) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berupaya mendukung pengendalian inflasi daerah dengan serangkaian langkah konkret, salah satunya adalah pengembangan kawasan cabai dengan total luasan 50 hektare (Ha).

"Seluruhnya bersumber dari dana APBD Provinsi Riau yang tersebar di Kota Pekanbaru 10 Ha, Kota Dumai 10 Ha, Kabupaten Rokan Hulu 10 Ha, Kabupaten Indragiri Hilir 10 Ha, Kabupaten Kampar 5 Ha, dan Kabupaten Siak 5 Ha," ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto di Pekanbaru, Jumat (17/5/2024).

Selain itu, Pemprov Riau juga memberikan bantuan berupa benih cabai, pupuk NPK 39,5 ton, pupuk organik 31,35 ton, dolomit 22,2 ton, fungisida 250 kg, insektisida 100 liter, dan mulsa plastik 500 roll, dengan total anggaran Rp1.423.000.000. "Kelompok tani Amara Jaya menerima bantuan untuk lahan seluas 4 Ha, yang meliputi benih cabai merah 60 bungkus, pupuk NPK 3.200 kg, pupuk organik 2.400 kg, dolomit 1.600 kg, fungisida 20 kg, insektisida 8 liter, dan mulsa plastik 40 roll," jelasnya.

Pj Gubri juga menyebutkan bantuan sarana prasarana pasca panen dan pengolahan cabai sebanyak 2 unit di Kabupaten Kampar dan Siak, serta pengembangan padi melalui peningkatan indeks pertanaman (IP) atau perluasan areal tanam (PAT) padi seluas 6.000 Ha dan bantuan peningkatan produktivitas padi seluas 600 Ha. "Kami juga memberikan bantuan penangkaran benih padi seluas 500 Ha, bantuan alsintan pra panen dan pasca panen padi sebanyak 79 unit, serta bantuan benih padi hibrida untuk 1.000 Ha," tambahnya.

Program lain yang dilakukan termasuk gerakan pangan murah dan operasi pasar oleh SPHP Bulog, yang telah dilaksanakan di 5 dari total 10 titik, serta pasar tani yang telah dilakukan di 14 dari total 19 titik. "Kedepannya, peningkatan produksi pangan Riau melalui pendampingan dan dukungan kepada petani akan terus ditingkatkan, salah satunya melalui bantuan alsintan, saprodi, dan penerapan digital farming pertanian," terangnya.

Lebih lanjut, TPID Provinsi Riau sedang mengupayakan pembentukan BUMD Pangan untuk mengintervensi harga dan pasokan dengan lebih baik melalui program contract farming, cold storage, kerja sama antar daerah (KAD), dan pembentukan pasar induk. "Di Provinsi Riau belum terdapat pasar induk, sehingga dengan pembentukannya diharapkan pemantauan harga dan pasokan yang masuk ke Riau dapat terpusat," tutup SF Hariyanto.(*)

Sumber : MCRiau

 
Berita Terbaru >>
BPDPKS Gelar Wokshop UKMK tema Oleofood berbahan Sawit di Solo
Eks Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan jadi Advisor SEVIMA
Tingkatkan Keandalan Operasi Migas, PHR Terapkan Aplikasi I-TRUST
Menteri ESDM Didampingi Kepala SKK Migas Kunjungi PT Saipem Indonesia dan Baker Hughes
Indosat dan Google Cloud Kerjasama Siapkan Pengalaman Digital Berbasis AI
Indosat dan Google Cloud Kerjasama Siapkan Pengalaman Digital Berbasis AI
Polda Sulteng Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Pengancaman dan Pemerasan SSF
Eks Simpatisan Jamaah Islamiyah Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI di Poso
Kajati Riau Apresiasi Penyediaan Rumah Restorative Justice Disetiap Desa
SKK Migas dan KKKS Sukses Tekan Penurunan Produksi Minyak Nasional dengan Program Pengeboran Masif
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com