Jumat, 14 Juni 2024
Follow:
Home
Kasus Visa Haji Ilegal, Selebgram Indonesia Ditahan Otorita Arab Saudi
Jumat, 07/Juni/2024 - 17:14:35 WIB
  Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary. (ANT)  
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU - Seorang selebgram asal Indonesia ditahan oleh pihak keamanan Kerajaan Arab Saudi karena diduga mempromosikan dan menjual visa haji ilegal. Informasi ini dikonfirmasi oleh Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary.

"Yang bersangkutan sudah ditahan oleh petugas keamanan," ujar Yusron di Jeddah, Arab Saudi, Jumat (7/6/24).

Yusron mengungkapkan bahwa terdapat jamaah yang diduga menjadi korban dari tindakan selebgram tersebut. Saat ini, pihak KJRI tengah menelusuri keberadaan para korban di Makkah. "Kami khawatir jamaah tersebut tersangkut kasus hukum karena menggunakan visa ziarah untuk berhaji," kata Yusron.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa jamaah yang menjadi korban hanya memiliki visa ziarah. Otoritas keamanan Arab Saudi rutin menggelar razia di sejumlah lokasi, termasuk razia di dunia maya. Akun-akun media sosial yang menjual visa haji tanpa antre menjadi sasaran. "Mereka yang ketahuan hendak berhaji tanpa tasreh resmi (visa haji), langsung diamankan," jelas Yusron.

Yusron menambahkan bahwa razia juga menyasar media sosial. "Akun-akun media sosial yang menjual visa haji tanpa antre juga menjadi sasaran. Pegiat media sosial atau siapapun yang ketahuan jualan paket haji tidak resmi, bakal langsung diamankan," tegasnya.

Saat ini, pihak KJRI tengah berupaya menangani kasus ini, termasuk mencari jamaah yang menjadi korban di Arab Saudi. "Mereka (jamaah) tidak ada yang mengurus saat ini. Pihak Arab Saudi sudah merazia akun-akun media sosial yang menjual visa haji tanpa antre. Arab Saudi akan membasmi haji tanpa prosedural dengan serius," ujarnya.

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan banyak akun media sosial di platform seperti Instagram, X (Twitter), dan TikTok yang mempromosikan visa haji tanpa antre, yang tergolong ilegal. Kuota haji dan visa diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Menurut Yusron, pengguna akun media sosial yang menjual visa ilegal ada yang menetap di Indonesia dan luar negeri. "Ada yang tinggal di Arab Saudi, ada yang tinggal di Indonesia. Banyak perorangan juga. Tapi, kami lebih pada menangani korban di Arab Saudi. Termasuk yang sekarang bermasalah itu, kami sedang menelusuri keberadaan mereka," tutup Yusron.(*)

Sumber : Ataranews

 
Berita Terbaru >>
BPDPKS Gelar Wokshop UKMK tema Oleofood berbahan Sawit di Solo
Eks Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan jadi Advisor SEVIMA
Tingkatkan Keandalan Operasi Migas, PHR Terapkan Aplikasi I-TRUST
Menteri ESDM Didampingi Kepala SKK Migas Kunjungi PT Saipem Indonesia dan Baker Hughes
Indosat dan Google Cloud Kerjasama Siapkan Pengalaman Digital Berbasis AI
Indosat dan Google Cloud Kerjasama Siapkan Pengalaman Digital Berbasis AI
Polda Sulteng Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Pengancaman dan Pemerasan SSF
Eks Simpatisan Jamaah Islamiyah Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI di Poso
Kajati Riau Apresiasi Penyediaan Rumah Restorative Justice Disetiap Desa
SKK Migas dan KKKS Sukses Tekan Penurunan Produksi Minyak Nasional dengan Program Pengeboran Masif
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com