Senin, 06 Mei 2024
Follow:
Home
Direktur RSUD Meranti Bantah Ada Eksodus Dokter Spesialis
Rabu, 29/Juni/2016 - 12:59:19 WIB
 
 
TERKAIT:
   
 
SELATPANJANG - Pemkab Kepulauan Meranti membantah informasi yang menyatakan bahwa ramai dokter spesialis meninggalkan Kepulauan Meranti. Berita tersebut dianggap tidak tepat dan sumbernya tidak jelas karena sesungguhnya tidak ada esksodus dokter spesialis dari RSUD Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Bantahan tersebut secara khusus disampaikan Direktur RSUD drg Ruswita didampingi Kepala Bagian Humas Setdakab Kepulauan Meranti Ery Suhairi. 

"Berita ini betul-betul mengagetkan kami karena kondisi sesungguhnya tidak demikian," ungkap Ruswita, Selasa (28/6).

Ruswita mengaku sudah melakukan rapat dengan para dokter spesialis dan staf RSUD. Hasilnya tidak satupun menyatakan memberikan informasi demikian. 

"Saat ini saja kita memiliki 12 dokter spesialis dan bulan Juli nanti akan datang lagi dua spesialis. Perlu saya sampaikan bahwa banyak dokter spesialis berminat bertugas di Meranti, bahkan ada lamaran dari dokter bedah plastik. Tapi tentu kita sesuaikan dulu dengan fasilitas yang kita miliki," jelasnya.

Menurutnya, perhatian Pemkab terhadap RSUD terutama dokter spesialis sangat besar. Sejak tahun 2014 insentif dokter spesialis dinaikkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 35 juta per bulan. Jumlah tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Riau.

Selain itu para dokter spesialis juga mendapatkan tambahan pendapatan dari jasa pelayanan. Namun tidak setiap bulan diberikan karena disesuaikan dengan pembayaran dari BPJS dan Jamkesda.

"Kita juga menyediakan mes di lantai tiga RSUD. Untuk mes dibawah diperuntukkan bagi dokter PNS dan kita sudah mengusulkan penambahan mess baru dimana detail engineering design (DED) sudah selesai dibuat. Ini terkait kenaikan kelas RSUD dari D ke C," tambah Ruswita.

Bahkan para dokter yang akan bertugas di Meranti sudah terlebih dahulu diinformasikan mengenai tempat tinggal dan fasilitas yang akan mereka dapat. Selama ini tidak ada yang keberatan. Bahkan bagi dokter spesialis paru yang diberitakan keberatan dengan kondisi mes diakui Ruswita sudah ditanyakan. 

Menyangkut dokter spesialis paru yang disebut bertugas sejak tahun 2013 sudah meninggalkan RSUD, disebut Ruswita adalah informasi yang tidak benar. Justru dokter spesialis paru itu baru mulai bertugas April 2015 dengan masa kontrak hingga Desember 2015.

Sedangkan dokter spesilias bedah memang akan berakhir kontraknya per Juni tahun ini. Hal ini memang kontrak yang bersangkutan hanya dua bulan. Sedangkan untuk dokter spesialis kandungan masih berjalan kontraknya hingga akhir tahun ini dan belum ada yang mengajukan permohonan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Demikian juga dokter anak.

Dia juga menegaskan mohon dukungan seluruh elemen masyarakat agar RSUD bisa terus meningkatkan pelayanan. Saat ini terdapat 12 dokter spesialis utama di RSUD yakni spesialis kebidanan dan kandungan sebanyak 3 orang, spesialis penyakit dalam (internis) 2 orang, spesialis anak 2 orang, spesialis bedah 1 orang, spesialis anastesi 2 orang, patologi klinik 1 orang, dan rehab medik 1 orang. 

Sedangkan dokter umum terdapat 20 orang yang terdiri dari dokter PNS dan PTT. Jumlah ini masih ditambah 14 dokter umum internship yang ditugaskan Kementerian Kesehatan. Khusus dokter ini masa tugasnya satu tahun.**/rilis

 

 
Berita Terbaru >>
Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku Mutilasi Istri
Bamsoet : Tantangan Teknologi bagi Generasi Muda
Rugikan Negara Rp 22,6 Miliar, Mantan Bupati Kuansing Ditahan
Lakukan Pelanggaran Berat, Dua Oknum Polisi di Inhu Dipecat
Lepas Jabatan Ditjen Migas, Tutuka Ariadji Kembali ke ITB
Perempuan Mendominasi DP4 Pilkada 2024
Badan Pusat Statistik : Bawang Merah Mendominasi Inflasi Bulanan
Korlantas Polri Ingatkan Lembaga Negara Soal Pelat Nomor
Hari Buruh, Ancaman Pengangguran, dan Masa Depan Buruh Indonesia
Pekanbaru Siap Gelar Lancang Kuning Carnival 2024
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com