Selasa, 11 Mei 2021
Follow:
Home
4 Alasan Pasangan yang Jarang Umbar Kemesraan di Sosmed Lebih Happy
Kamis, 24/11/2016 - 10:58:12 WIB
 
 
SEBUAH penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 mengindikasikan kalau mengunggah bukti kemesraan di jejaring sosial merupakan bukti atas kepuasan terhadap hubungan. Namun penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 justru membuktikan sebaliknya. Penelitian yang dipublikasikan di Social Psychology Bulletin itu mengindikasikan kalau para responden penelitian cenderung memperbarui status, foto, atau pos yang berkaitan dengan pasangan saat merasa galau dengan hubungan yang tengah dijalani.

Lalu apa yang membuat pasangan-pasangan anti PDA (Public Display of Affection) ini lebih bahagia? Berikut beberapa alasannya, sebagaimana dilansir dari merdeka.com:

Lebih fokus terhadap satu sama lain

Tidak keranjingan update status atau posting foto setiap waktu membuat pasangan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus terhadap satu sama lain. Pasangan seperti ini cenderung lebih menikmati momen kebersamaan daripada mereka yang kelewat sibuk pamer kemesraan di jejaring sosial.

Tidak mencari validasi dari orang lain

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Social Psychology Bulletin pada tahun 2014 mengindikasikan kalau pamer bukti keharmonisan di jejaring sosial justru menandakan para pelakunya sedang berada dalam situasi sebaliknya. Karena merasa tidak puas dengan pasangan, akhirnya mereka berusaha untuk menciptakan ilusi hubungan yang sempurna di mata publik. Tentu saja, ratusan like dan komentar positif bernada iri tak akan mengubah apapun yang harus diperbaiki di dunia nyata.

Melindungi privasi dari campur tangan pihak luar

The less people know, the better. Kadang ungkapan ini memang ada benarnya. Semakin sedikit orang yang tahu 'isi dapur' kamu dan pasangan, semakin sedikit pula pengaruh eksternal yang kalian dapat. Dengan cara ini, kalian bisa mengatasi masalah dan mengembangkan relasi secara mandiri, tanpa campur tangan pihak luar.

Tidak terpengaruh tekanan sosial di dunia maya

Semakin sering kamu mengunggah aktivitas di dunia maya, semakin besar pula ketergantunganmu untuk 'berbagi' dengan khalayak ramai. Pada akhirnya, kebiasaan ini membuatmu tergerus tekanan sosial. Entah itu tekanan sosial untuk selalu terlihat sempurna di depan publik atau tekanan untuk membiarkan orang luar mengomentari kehidupan pribadimu.

Itulah beberapa kemungkinan alasan pasangan yang sekretif terhadap hubungan merekacenderung lebih bahagia. Tetapi perlu diingat, pada dasarnya hanya pasangan itu sendiri yang bisa menilai apakah hubungan mereka benar-benar bahagia, sehat, atau justru destruktif. (ee)

(f:merdeka.com)

 
Berita Terbaru >>
Bantu Sesama Lewat Stand Ramadan Keliling 86
Rumah Zakat Gandeng JMSI Kepri Gelar Santunan dan Buka Puasa Dengan Warga
Dihadiri Ketua Komnas HAM, JMSI Banten Dikukuhkan Ketum Teguh Santosa
Begini Kronologi Dana 5 Miliar Milik Bank BTN Manado Dibobol
JMSI dan Bank Indonesia KpW Aceh Satuni Anak Yatim Keluarga Wartawan
Menhan Salurkan Bantuan PT Priamanaya Energi Untuk Keluarga Korban KRI Nanggala-402
Film Tjoet Nja Dhien Diputar Ulang di Sejumlah Bioskop Tanah Air
Pertama di Pekanbaru Masjid Paripurna Nurul Ibadah Miliki Koperasi Syariah
UAS Diserang Isue Soal Kado Pernikahan, Ini Klarifikasinya
Teguh Santosa Minta Amerika Serikat Hentikan Blokade ke Kuba
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com