Selasa, 29 09 2020
Follow:
Home
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
Senin, 14/01/2019 - 13:40:59 WIB
 
 

PEKANBARU - Rumah Tenun Kampung Bandar Pekanbaru yang sudah berdiri sejak tahun 2012,  masih eksis hingga saat ini, terletak di Kecamatan Senapelan. Di sini disediakan berbagai macam hasil tenun, seperti bakal kain, songket, shal, tanjak bahkan gantungan kunci. Semuanya dibuat dari ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

Lokasi rumah tenun ini persis di tepi Sungai Siak. Bangunan diperkirakan dibangun pada tahun 1887. Tapi bangunan rumah kayu bewarna kecoklatan ini masih berdiri kokoh. Di depan pintu terdapat sebuah lembaran kertas berisikan penjelasan mengenai ikhwal bangunan tersebut.

Tertulis bahwa rumah ini milik H Yahya dan ditempati oleh keluarganya, yakni terdiri istri dan kelima anaknya. Pada masa pra kemerdekaan rumah ini pernah dijadikan basis para pejuang, gudang logistik dan dapur umum. Sementara itu, pasca kemerdekaan sekitar tahun 1958, rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal Tentara Nasional Indonesia Pusat di era penumpasan pemberontakan PRRI di Sumatera Bagian Tengah khususnya di Provinsi Riau.

Sejak dulu hingga saat ini, para penenun di atas rumah  membuat kain dasar dengan motif, benangnya merupakan benang impor dari India dengan berbagai warna seperti silver, gold, merah, kuning, hijau dan lain sebagainya. Dengan jenis benang katun, benang fogester, benang bordir dan lain sebagainya.

"Benangnya impor dari India namun kami belinya di Bandung, dengan berbagai warna. Kalau dulu kan cuma ada warna gold dengan silver aja," ungkap Wawa Ketua dari kelompok rumah tenun kepada bertuahpos.com, Senin 14 Januari 2019.

Untuk motif kain tenun ada seperti siku awan, siku keluang, pucuk rebung, tampuk manggis dan lain sebagainya. Atau masih yang lama. Sekarang dimodifikasi kembali seperti siku keluang dimodifikasi dengan tampuk manggis.

Untuk pembuatan dua meter kain tenun, Wawa bersama anggotanya menghabiskan waktu selama dua minggu, tergantung kesulitan pembuatannya. Kalau motifnya padat, memang sulit membuatny.

Di Rumah Tenun ini kain-kain dijual dengan harga bervariasi, dibandrol dari harga Rp 500 ribu hingga Rp1 juta. Untuk sepasang songket dan salempang dibandrol dengan harga Rp1.600.000.

Tak hanya kain tenun, di rumah tenun ini juga menjual tanjak dan gantungan kunci yang bentuknya seperti tanjak. Untuk tanjak sendiri rata-rata dengan harga Rp 100.000 dan yang paling tinggi dengan harga Rp 250.000. Sedangakan untuk gantungan kunci dijual mulai harga Rp 8.000.

"Kalau tanjak asli dari tenun, harganya Rp250 ribu kalau dari songket meteran itu harganya hanya Rp100 ribu, tapi kami sesuaikan juga dengan budget customernya sesuai dengan permintaannya juga. Disini kami tidak ada patokan harga tapi yang ready di Rumah Tenun rata-rata yang harga Rp 100 ribu tapi jika lebih ingin kurang lagi, kami carikan bahan yang berbeda," jelasnya.***/zie




 
Berita Terbaru >>
Kukuhkan Tim Relawan Kerinci Kanan, Alfedri Yakin Raup Suara 80 Persen
SAM Group dan Karang Taruna Sialang Rampai Kembali Berbagi Sembako
Pasangan SAH Kukuhkan Tim Relawan di Kecamatan Koto Gasib Siak
Bahas Program Kerja, JMSI Riau Gelar Rapat Perdana
Ida Yulita Sebut MoU KUA-PPAS Perubahan APBD Langgar UU
HT Bersama Tim Bersyukur Dapat Nomor Tiga
Mahasiswa Kimia UMRI Taja Pelatihan Online
Ini Jenis Kampanye yang Diperbolehkan Saat Covid-19
Ini Jenis Kampanye yang Diperbolehkan Saat Covid-19
Mahasiswa Kimia UMRI Siap Bersaing di Dunia Usaha
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com