Minggu, 20 Juni 2021
Follow:
Home
Edukasi Masyarakat, Kepala Balai TNTN Lepasliarkan Kukang Peliharaan
Rabu, 13/05/2020 - 21:02:49 WIB
 
 
PELALAWAN (Klikriau.com) - Ditengah-tengah pandemi wabah covid-19 yang menyelimuti negeri, hal itu ternyata tidak menyurutkan niat petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) untuk melaksanakan kegiatan pelepasliaran seekor kukang (Nycticebuscoucang) kembali masuk kedalam hutan.

Informasi yang diperoleh media ini, satwa kukang yang dilepasliarkan itu merupakan hasil dari penyerahan masyarakat kepada Balai TNTN setelah lebih kurang tujuh bulan memelihara satwa tersebut. Kesadaran akan larangan untuk memelihara satwa dilindungi membuat masyarakat yang mengaku mendapatkan satwa di jalan tersebut segera melaporkan keberadaan satwa kepada petugas Balai TNTN.

Kepala Balai TNTN, Ir Halasan Tulus kepada media menerangkan, sebelum dilepasliarkan satwa kukang tersebut terlebih dahulu dikarantina oleh BKSDA Riau selama lebih kurang satu bulan untuk melatih kemampuan hidup di alam liar, sehingga hewan yang dilindungi itu tidak canggung saat dilepasliarkan. 

"Satwa kukang dilepasliarkan oleh petugas setelah memilih area kawasan hutan yang telah diidentifikasi petugas merupakan area yang sesuai untuk satwa kukang bertahan hidup," terangnya.

Sebagaimana diketahui, Kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pelepasliaran oleh petugas dan disaksikan langsung oleh Kepala Balai TNTN, Halasan Tulus. Dimana pelepasliaran itu sebagai salah satu simbol untuk menjaga hewan lindung lainnya agar tidak punah. 

Ditambahkannya, pelepasliaran itu merupakan sebagai salah satu bentuk edukasi yang diberikan kepada masyarakat agar tidak memelihara hewan lindung. Dimana hewan yang dilindungi itu sepatutnya berada dalam habitatnya.

“Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat bagi para satwa dilindungi, satwa sejenis kukang merupakan salah satunya. Hari ini kita telah melepaskan seekor kukang yang beberapa waktu lalu diserahkan oleh masyarakat. Aktifitas dan kondisi satwa dalam kondisi bagus dan sehat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga melestarikan populasi satwa kukang yang memang merupakan satwa asli dari TNTN yang harus kita lindungi," imbuhnya.

Terakhir, Halasan Tulus berharap masyarakat tidak lagi melakukan kegiatan seperti memelihara satwa dilindungi jenis apapun. Selain itu, jika masyarakat menemukan hewan yang dilindungi berada di sekitar pemukiman, maka diharapkan dapat melapor kepada petugas.

"Kita imbau masyarakat agar tidak memelihara hewan lindung, sebab hewan tersebut harus berada dalam habitatnya agar tidak terjadi kepunahan. Apabila ada yang menemukan hewan dilindungi, kita anjurkan untuk menghubungi petugas.  Semoga dengan adanya kerjasama ini, keberadaan hewan lindung dapat terjaga," tutupnya. (Rilis

 
Berita Terbaru >>
Support Atlet SOIna ke Rusia, Gubernur Riau Ikut Main Floorball
Menuju KLA Utama, Wawako Pekanbaru Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid
FH UIR dan DPD RI Bahas Pokok-pokok Haluan Negara dan Amandemen Terbatas UUD 1945
Gubernur Sumut Bersembang ke Rumah Quran Milik UAS
Kemhan RI Siap Dukung Food Estate di Riau
Gelar Donor Darah, PMI Tenayan Raya Kulim Kumpulkan 115 Kantong Darah
125 Warga Divaksin di Bus Vaksinasi Keliling Kel Rejosari Tenayan Raya
Tiga Atlet Dan Dua Pengurus NPC Riau Ikuti Wisata Vaksin
Pemkab Bengkalis Bersama Kantor Karantina Pertanian Pekanbaru Galakkan Tanam Talas
UPZ UIR Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 41 Mahasiswa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com