Kamis, 09 Juli 2020
Follow:
Home
Golkar Akan Ditinggal Kader Jika Mem-PAW Dua Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ini
Minggu, 17/05/2020 - 10:37:03 WIB
 
 

PEKANBARU,KLIKRIAU.COM– Dua anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Golkar yang dikenal vokal dan berani menyuarakan hak rakyat, kini digembosi akan di PAW. Tak pelak hal ini mendapat respon reaktif dari masyarakat kota Pekanbaru, khususnya para pemilih Partai Golkar.


Sejumlah warga Kota Pekanbaru merasa kecewa dengan sinyalemen yang berkembang terkait rencana PAW dua anggota DPRD Pekanbaru. Warga mengancam akan meninggalkan Golkar selamanya jika rencana PAW terhadap Ida Yulita Susanti dan Sofia Septiana tetap dilakukan.


“Kita akan pastikan suara Golkar di pemilu nanti bakal rontok jika dua kader terbaik Golkar di DPRD Pekanbaru di PAW,” kata kader Golkar di Pekanbaru, Ismail Salam, seperti dinukil dari potret24.com, Ahad (17/5/2020).


Dirinya menilai sikap keberpihakan dua kader Golkar kepada rakyat sedikitnya menghilangkan asumsi bahwa Golkar tak lagi partai pro rakyat.


“Sikap dua kader Golkar tersebut sudah tepat dan benar. Mereka berpihak kepeda kepentingan rakyat banyak dan mengurangi aroma kepentingan terselubung di balik pengesahan RPJMD,“ katanya lagi.


Tersebab itu, selaku kader Golkar, dirinya meminta Ketua Golkar Pekanbaru untuk memikirkan ulang rencana untuk melakukan PAW terhadap dua wakil rakyat tersebut.


“Semua terserah Golkar Pekanbaru. Mau tetap rontok di Pemilu legislatif mendatang atau tidak,” katanya lagi. Pihaknya menilai Golkar semestinya berpikir ulang terkait kebijakan pengesahan RPJMD. “Masih untung ada dua kader Golkar yang menolak pengesahan RPJMD. Jadi istilahnya muka Golkar Pekanbaru masih bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sementara itu sikap tegas bakal diambil DPD II Golkar Pekanbaru terhadap dua kadernya yang kini duduk di DPRD Kota Pekanbaru. Keduanya dianggap melawan kebijakan partai berlambang pohon beringin ini saat rapat paripurna pengesahan Ranperda RPJMD di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (11/5/2020) lalu.

Atas perilaku ini keduanya sudah ditunggu sanksi tegas partai dan ditegaskan bisa sampai ke PAW. Melawan yang dimaksud adalah, saat rapat paripurna pengesahan itu dua kader ini memilih berseberangan dengan fraksi di bawah mereka bernaung, dan memilih begabung dengan fraksi lain untuk sama-sama menolak pengesahan.

“Tentunya anggota Fraksi harus mendukung keputusan dari Fraksinya. Kalau tidak sejalan dan ada upaya melawan, ini salah. Makanya kita akan lihat dulu kesalahannya seperti apa, berdasarkan laporan fraksi nanti,” kata Ketua DPD II Golkar Pekanbaru Sahril SH MH saat dikonfirmasi kemarin.

Sahril mengaku bahwa dirinya baru menerima laporan lisan terkait persoalan anggota Fraksi Golkar yang tidak satu suara di DPRD Pekanbaru.

“Pasti, kita tunggu suratnya. Karena di dalam partai tentu kita mempunyai aturan yang jelas dalam menetapkan sanksi bagi yang tidak menjalankan intruksi Partai. Saya akan lihat dulu laporan dari fraksi seperti apa,” katanya.(*)

 
Berita Terbaru >>
Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam Polda Riau
IKTS Pekanbaru Kembali Salurkan Bantuan Covid 19
Lomba Baca Puisi JMSI Raih Rekor MURI
Anies Baswedan: Ekosistem Pers Harus Dijaga Agar Tetap Sehat
Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rapat Koordinator Kesiapan Karhutla 2020
Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan
Wali Kota Paparkan Prestasi Dan Pekanbaru Kedepan
Dheni: Kita Jadikan Munas Terbaik
FJPI Riau Bagi Selimut dan Masker untuk Manula di Panti Jompo Tresna Werdha
Pasangan Kasmarni-Bagus Dipastikan Melenggang ke Pilkada Bengkalis
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com