Kamis, 22 Oktober 2020
Follow:
Home
Kunci Hidup Nikmat dan Bahagia Menurut Habib Syech bin Abdul Qodir
Kamis, 01/10/2020 - 06:20:03 WIB
 
 

PEKANBARU - Kunci hidup tenteram dan bahagia ternyata sederhana, cukup dengan mencintai saudara-saudara kita di dunia ini. Seperti dikatakan  Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam kajian bulanannya, yang disiarkan langsung channel Youtube Habib Syech, Kamis (27/9/2020) malam.

"Kalau engkau mencintai saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu, pasti engkau hidup nikmat," katanya.

Contohnya, jika kita tidak mau masuk neraka berarti kita harus mengajak saudara-saudara yang lain agar tidak masuk neraka. Ajak teman, saudara-saudari kita hadir di majelis yang mendatangkan keridhaan Allah SWT.

"Jangan malah menjerumuskan," kata Habib, dilansir dari ihram.co.id.

Habib Syech juga berpesan, manusia mesti sama-sama memperhatikan saudara sesama Muslim. Jika kita tidak mau melakukan kemaksiatan, maka ajaklah saudara lain untuk juga tidak maksiat.

"Jangan sampai kita ini malah justru menceburkan, biarlah nanti mereka di neraka tidak di surga," katanya.

Habib Syech mengatakan, jika kita melihat kemaksiatan tapi kita tidak mengajaknya kembali ke jalan yang benar, berarti kita tidak cinta terhadap saudara kita sesama Muslim. Padahal sudah jelas-jelas Rasulullah telah memerintahkan kita untuk mencintai saudara kita.

Misalnya kata Habib Syech, kita butuh dan suka ketika banyak uang, begitu pun saudara yang lainnya juga suka dan senang jika banyak uang. Kita jangan malah berharap saudara kita tidak perlu senang uang, yang artinya sifat seperti ini kita pelit terhadap orang lain.

"Jadi ini nggak boleh punya sifat seperti itu. Kalau kita senang duit orang juga senang duit jadi kalau kita punya uang kasih juga yang lain," katanya.  

Misalnya kita juga ingin makan enak maka saudara kita juga ingin makan enak, kita ingin memiliki pakaian baik saudara kita juga sama ingin memiliki pakaian yang baik. Kita harus saling mencintai antar sesama Muslim umumnya sesama manusia.

"Kalau sudah masing-masing memiliki sifat seperti itu Insya Allah hidup akan rukun. Kenapa bisa rukun ya habib. Bagaimana tidak rukun orang setiap hari dia memikirkan orang lain," katanya.

Habib Syech menceritakan ada seorang wali dari kalangan habaib ketika meninggal dalam sakaratul maut di Rumah Sakit masih merogoh saku di gamisnya.

Padahal sakunya kosong tidak ada uang sama sekali. Mengapa demikian, karena semasa hidupnya dia selalu mengeluarkan uang dari yang ada di kantong sakunya, lalu diberikannya kepada orang lain.  

"Perawat bingung kenapa itu selalu merogoh kantongnya. Lalu ditanya kepada keluarganya, mengapa bapak selalu merogoh kantong, jawabannya itu setiap hari beliau keliling membagi-bagikan duit. Subhanallah, hal seperti ini penting karena dia memikirkan saudara lain seperti dia memikirkan dirinya," katanya.***/rol

 
Berita Terbaru >>
Bantuan Pendidikan Rumah Yatim untuk Anak-anak di Desa Dosan Siak
Gelar Workshop, SDN 008 Rimba Beringin Siap Terapkan Kurikulum Darurat
Panen Jagung di Palas, Gubri: Riau Kini Menuju Swasembada Pangan
Ketua JMSI Riau Dampingi Gubri Panen Jagung di Palas
SAH Jadi Ketua DPD Nasdem Pekanbaru, Abu Bakar Sidik Terima SK dari DPP
Kasus BBM Palsu dan Penyuapan PT AMNI 'Ngendap', Pengacara Rina Winda Kembali Buat Surat Aduan
BBKSDA Riau Pasang Perangkap Beruang di Perusahaan Sawit
Bersedekahlah, Pahalanya Seperti Mata Air yang Terus Mengalir
Alfedri - Husni Siap Lanjutkan Pembangunan Kabupaten Siak
Aulia, Hafidzah 30 Juz Terima Bantuan Pendidikan dari Rumah Yatim
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com