Selasa, 17 Mei 2022
Follow:
Home
Herry Wirawan Terdakwa Pemerkosa 13 Santri Minta Keringanan Hukuman
Kamis, 20/01/2022 - 22:38:36 WIB
  Herry Wirawan terdakwa pemerkosa 13 santriwati. (net)
 
KLIKRIAU.COM-Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali Emil mengatakan terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya.

Menurut dia, hal itu disampaikan Herry Wirawan saat membacakan nota pembelaan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung. Adapun sidang tersebut digelar secara tertutup.

"Yang sependek bisa saya ketahui. Yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya dan pihak lain," kata Dodi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022).

Selain menyesal, Dodi mengatakan Herry pun meminta meminta majelis hakim mengurangi hukuman dari apa yang dituntut oleh jaksa. Dia mengungkapkan nota pembelaan Herry Wirawan tertulis dalam dua lembar kertas.

"Dia meminta untuk dikurangi hukumannya, itu yang kami dapat," kata Dodi.

Dengan disampaikan nota pembelaan itu, Dodi mengatakan kejaksaan pun bakal menyampaikan tanggapan pada 27 Januari 2022 mendatang dalam agenda sidang replik.

Sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan (36) dituntut hukuman mati oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.
Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana mengatakan tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban mengalami kehamilan dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius.

"Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku," kata Asep.

Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia. Kemudian Herry juga dituntut membayar denda sebesar Rp500 juta dan juga dituntut membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp331 juta.

Herry dituntut bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.(cp)

 
Berita Terbaru >>
Melipat Sarung
Soal Pj Walikota Pekanbaru, Ini Kata Fauzi Kadir!
Pengungsi Rohingya Ditampung di Bukit Raya
Teguh Santosa Siap Kolaborasi dengan Megawati Soekarnoputri
Gelar Halal Bihalal dengan Insan Pers, Apical dan Asian Agri Kenalkan Program SMILE
Penyeludupan 8 Kg Sabu Digagalkan Petugas Gabungan di Bengkalis
Pemko Pekanbaru akan Verifikasi Tiga Perusahaan Pendaftar Lelang Pasar Wisata
FIMRI Berharap Kemendagri Menunjuk Pj Wako Pekanbaru dan Kampar Sesuai Ekspektasi Warga
Silaturahmi dengan Insan Pers, Penasehat Gubri: Jaga Kondusifitas Daerah
Selama Libur Idul Fitri 1443 H, Layanan Disdukcapil Pekanbaru Tutup
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com