Jumat, 14 Juni 2024
Follow:
Home
Operasi Peti, Mabes Polri Tidak Berani Mengusik Aktivitas Ponton TI Rajuk di Tanjung Kelabat
Minggu, 20/Agustus/2023 - 12:20:30 WIB
  Aktivitas tambang Timah diduga ilegal di wilayah Bangka Belitung (ist)

 
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU.COM (BELINYU) – Perairan Tanjung Kelabat, berdekatan dengan Pulau Padi di laut Belinyu, memiliki arti penting bagi nelayan, meskipun sebagian daerah masuk dalam IUP PT Timah. Namun, keadaan saat ini menciptakan kebingungan karena puluhan ponton TI Rajuk terlihat beraktivitas diduga secara ilegal, pada Jumat (18/8/2023).

Berdasarkan penyelidikan dan informasi dari berbagai sumber terpercaya, pos pengamanan (pospam) yang dijaga oleh dua anggota dengan inisial A dan R telah beroperasi di lokasi ini. Namun, informasi lebih lanjut terkait instansi di belakangnya menjadi rahasia, setelah sumber menyatakan bahwa dia ditelepon agar tidak membeberkannya.

"Saya tidak ingin menyebutkan instansinya karena mereka menghubungi saya dan meminta agar saya tidak berbicara," ujar sumber tersebut melalui pesan WhatsApp (20/8/2023).

Sumber yang sama mengungkapkan bahwa puluhan ponton tambang bijih Timah beroperasi di perairan Tanjung Kelabat di laut Belinyu ini diduga beroperasi tanpa izin resmi dari PT Timah Tbk.

Selain itu, hasil tambang mereka diduga dijual, termasuk kepada seseorang dengan inisial AT, yang diyakini memiliki kaitan dengan aktivitas di sekitar lokasi tersebut.

"Kami merasa heran, meskipun ada operasi PETI yang dijalankan oleh Polisi sebelumnya, mereka tetap melanjutkan aktivitasnya. Ini membuat kami menduga bahwa mereka beroperasi secara ilegal," ungkap sumber tersebut.

Tidak hanya itu, sumber yang sama mengungkapkan bahwa pertambangan ilegal ini juga merugikan nelayan tradisional di daerah tersebut yang biasanya menangkap ikan. Lokasi penambangan ini terletak di wilayah tangkapan ikan nelayan tradisional Pulau Bangka.

"Dengan keadaan seperti ini, kami berharap semua pihak mencari mata pencaharian yang sah. Ini bukanlah hal yang baik bagi masyarakat dan negara," tambah sumber tersebut.

Sementara pihak Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung masih belum memberikan tanggapan mengenai aktivitas yang diduga ilegal di Perairan Tanjung Kelabat Laut Belinyu. Namun, media ini telah mengirimkan pesan konfirmasi kepada Wadir Polair Polda Kepulauan Babel AKBP Irwan Nasution sejak Minggu pagi (20/8).(pjs)

 
Berita Terbaru >>
BPDPKS Gelar Wokshop UKMK tema Oleofood berbahan Sawit di Solo
Eks Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan jadi Advisor SEVIMA
Tingkatkan Keandalan Operasi Migas, PHR Terapkan Aplikasi I-TRUST
Menteri ESDM Didampingi Kepala SKK Migas Kunjungi PT Saipem Indonesia dan Baker Hughes
Indosat dan Google Cloud Kerjasama Siapkan Pengalaman Digital Berbasis AI
Indosat dan Google Cloud Kerjasama Siapkan Pengalaman Digital Berbasis AI
Polda Sulteng Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Pengancaman dan Pemerasan SSF
Eks Simpatisan Jamaah Islamiyah Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI di Poso
Kajati Riau Apresiasi Penyediaan Rumah Restorative Justice Disetiap Desa
SKK Migas dan KKKS Sukses Tekan Penurunan Produksi Minyak Nasional dengan Program Pengeboran Masif
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2022 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com