Senin, 08 Juni 2026
Follow:
Home
Catatan Perjalanan : Wina Choswara
Menelisik Julukan “Kampung Janda”di Desa Kabalutan
Senin, 15 Desember 2025 - 07:45:55 WIB
  Desa Kabalutan, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. (ist/wina)  
TERKAIT:
   
 
Bagian : (1)

PEKAN lalu aku berkesempatan memijakkan kaki di Desa Kabalutan, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Sebenarnya tujuan utama ku akan ke Pulau Papan Desa Kadoda. 

Singgah di desa ini tidak aku rencanakan. Hanya berawal dari obrolan ringan ku dan teman- teman di dalam speed boat yang akan mengantarkan kami ke Pulau Papan.

Dalam perjalanan salah seorang rekan, memberi aba- aba jika sebentar lagi akan melewati Desa Kabatulan.  Menurut cerita warga setempat desa ini lebih dikenal dengan sebutan “kampung janda”. Aku mulai tertarik dengan topik ini. 

“Koq bisa dijuluki kampung janda, kenapa?,”tanya ku pada Marwan, rekan diperjalanan.

Sembari bercerita ia menjelaskan, jika memang di Kabalutan ini terdapat banyak janda. Status ini disandang oleh para wanita di Kabalutan akibat ditinggal suami pergi merantau serta ditinggal mati. 

“Dulu banyak yang menikah muda dengan orang luar Kabalutan, tapi setelah nikah suami keluar desa dan istri tidak dibawa pergi,”jawab si Marwan. 

Perbincangan kami didalam speet boat berhenti disini, tapi tidak dengan rasa penasaran ku. Aku harus tau sejarah dan sebab musabab kenapa julukan “kampung janda” ini disematkan. Rasa penasaran ku pun semakin kuat.

Tanpa pikir panjang, saat speed boat kami merapat di pelabuhan aku bergegas naik ke darat, mencari warga setempat yang bisa aku ajak berbincang dan sedikit bertanya agar rasa penasaran ku terjawab.

Setelah wara wiri kesana kemari, akhirnya atas bantuan salah seorang awak kapal  kami, yang memang sering berlabuh dikampung ini aku pun dipertemukan dengan mantan Kepala Desa Kabalutan. 

Namanya Basri Daeng Siri, dari namanya kita sudah bisa menebak kalau pria ini bedarah Bugis, namun ibunya asli Kabalutan yang bersuku Bajo. Pria yang biasa disapa Daeng Siri ini menjabat kepala desa sejak tahun 2019 hingga 2022 lalu. Ia menyebut jika warga yang berdomisi di Pulau Kabalutan ini pada dasarnya bersuku asli Bajo. Suku laut yang memang sudah lama bermukim di perairan Sulawesi. 

“Warga disini memang asli suku Bajo, cuma dari tahun ke tahun masuk juga suku lain dan menikah dengan orang Kabalutan, jadi sudah berbaur dan berdomisili disini. Namun awalnya suku disini berasal dari Banggai,”ujar Daeng Siri sedikit menjelaskan asal usul suku Bajo Kabalutan.

Untuk menjawab rasa penasaran, dengan berhati- hati dan meminta maaf terlebih dahulu, aku memberanikan diri bertanya perihal “kampung janda” kepada Daeng Siri. 

Daeng mengaku sudah lama mendengar julukan ini. Sedikit  bercerita sewaktu kecilnya dulu ada orang asing yang datang mengambil foto ia dan ibunya. Disela obrolan, Daeng kecil medengar ibunya mengatakan bahwa di tanah kelahiranya ini banyak janda. Daeng Siri tidak menampik hal ini, namun ia juga menegaskan itu hanya cerita masa lalu.

“Dan itu betul, tapi dari tahun ke tahun jumlahnya sudah berkurang. Jadi kalau sekarang disebut kampung janda itu tidak benar, karena para janda yang dulu sudah banyak yang wafat dan yang masih ada pun sudah berusia diatas 70 tahun. Bahkan dilihat dari faktanya lebih banyak janda di desa lain dari pada di Kabalutan,”beber pria 34 tahun ini. 

Dia pun berharap julukan kampung janda ini tak perlu lagi disematkan, agar Kabalutan dikenal lewat keindahan laut, budaya dan sejarahnya, bukan dari stigma masa lalu yang tak lagi relevan.(*)

Touna,04 Desember 2025

 
Berita Terbaru >>
Persija Resmi Tunjuk Shin Tae Yong Jadi Pelatih
PDIP Beri Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Mikhael Sinaga
KPK Tahan Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji
Cuaca Panas, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Pemprov Riau Perkuat Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak
Plt Gubri Apresiasi Strategi TP-PKK Pekanbaru Dongkrak PAD
Masa Jabatan Ingot Berakhir, Syamsuir Jadi Plh Sekda
Setelah Menanti 20 Tahun, Warga Balaikayang Siak Terima Sertifikat Hak Milik
Setahun Menjabat, Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar
PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]