BBPOM Pekanbaru dan dr. Maharani Perkuat Literasi Pangan Aman Warga Rohil
Selasa, 05 Mei 2026 - 13:48:35 WIB
KLIKRIAU.COM, ROKAN HILIR - Balai Besar POM di Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI dr. Maharani menggelar edukasi keamanan pangan untuk warga Tanah Putih Tanjung Melawan, Rokan Hilir, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan berbahaya.
Ratusan warga desa antusias menghadiri Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Tokoh Masyarakat yang dipusatkan di Tanah Putih Tanjung Melawan. Warga menyimak materi tentang pentingnya kesehatan pangan agar mandiri memilih produk aman untuk konsumsi keluarga sehari-hari.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, memperkenalkan BBPOM sebagai garda terdepan pelindung kesehatan masyarakat. Ia menegaskan pengawasan tidak hanya menjadi tugas pemerintah.
Alex Sander menjelaskan peran aktif masyarakat sebagai konsumen sangat diperlukan. “Pengawasan bukan hanya tugas pemerintah, namun juga memerlukan peran aktif masyarakat sebagai konsumen,” kata Alex.
Materi keamanan pangan menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. BBPOM mengedukasi warga agar mengenali ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil. Bahan-bahan itu kerap disalahgunakan oknum pedagang nakal.
Sebagai narasumber tokoh masyarakat, dr. Maharani mengajak warga Tanah Putih Tanjung Melawan menjadi konsumen cerdas dan kritis. Ia mengingatkan mencegah penyakit lewat pemilihan pangan aman jauh lebih baik dan murah daripada mengobati.
“Mencegah penyakit melalui pemilihan pangan yang aman jauh lebih baik dan murah daripada mengobati,” ujar dr. Maharani. Ia juga berpesan bahwa kesehatan adalah hal paling penting dan utama di atas segalanya.
Warga aktif bertanya dalam sesi tanya jawab. Mereka penasaran cara mengecek legalitas produk secara mandiri melalui aplikasi ponsel. BBPOM langsung mempraktikkan cara menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk cek nomor izin edar.
Melalui KIE ini, BBPOM dan dr. Maharani berharap warga Tanah Putih Tanjung Melawan tidak lagi menjadi pembeli pasif. Warga didorong menjadi agen perubahan yang mampu memutus rantai peredaran produk ilegal di lingkungannya.
Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan komitmen bersama. Warga dan BBPOM sepakat mewujudkan desa yang sadar pangan aman demi generasi masa depan yang lebih sehat.*