Senin, 08 Juni 2026
Follow:
Home
13 Tahun Menunggu, Guru Asal Siak Menangis Saat Pertama Melihat Ka’bah
Jumat, 22 Mei 2026 - 10:32:15 WIB
 
 
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU.COM, SIAK - Perjalanan ibadah haji selalu menyimpan kisah penuh makna bagi setiap jamaah. Salah satunya datang dari Saifi, seorang guru Pendidikan Agama Islam asal Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, yang akhirnya menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 13 tahun.

Kisah tersebut mengalir hangat dalam perbincangan selepas Shalat Subuh di sebuah masjid kecil kawasan Syisyah, Mekkah, Kamis (21/5/2026). Saat itu, suasana masjid masih dipenuhi jamaah yang berdzikir dan membaca Al-Qur’an usai menunaikan Shalat Subuh.

Saifi berbincang bersama Iwan Muhajirin, jamaah asal Suliki, Payakumbuh, serta Adel, warga Arab keturunan Yaman yang aktif membantu jamaah di sekitar kawasan tersebut. Dalam perbincangan itu, Saifi menceritakan perjalanan panjangnya menuju Tanah Suci. Ia mengaku telah mendaftar haji sejak 2013 dan baru mendapat kesempatan berangkat tahun ini.

“Tahun lalu saya sebenarnya sudah masuk cadangan, tetapi belum dipanggil berangkat. Ketika tahun ini benar-benar dipanggil Allah, rasanya luar biasa dan sulit dijelaskan,” ujarnya.

Saifi berangkat haji bersama sang istri. Meski sebelumnya pernah menunaikan ibadah umrah, menurutnya pengalaman haji memiliki makna spiritual yang jauh berbeda. Ia mengaku tidak mampu menahan haru saat pertama kali melihat Ka’bah di Masjidil Haram.

“Sejak kecil kita shalat menghadap kiblat, tetapi belum pernah benar-benar merasakan bagaimana ketika melihat langsung Ka’bah. Saat pertama kali melihatnya, air mata mengalir begitu saja,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai seorang pendidik, Saifi juga menyampaikan pesan kepada umat Islam agar mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini dan tidak menundanya karena alasan urusan dunia.

“Jangan menunggu semua urusan dunia selesai dulu baru berhaji, karena urusan dunia tidak akan pernah selesai. Kalau terus menunggu rumah selesai, usaha selesai, atau kendaraan selesai, bisa jadi umur kita yang lebih dulu selesai,” tuturnya.

Menurutnya, niat yang sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri kepada Allah akan memudahkan jalan seseorang dalam menunaikan ibadah. “Kalau kita serius mendekat kepada Allah, insya Allah urusan dunia akan mengikuti dengan sendirinya,” tambahnya.

Pertemuan sederhana di masjid kecil kawasan Syisyah itu menjadi gambaran hangatnya persaudaraan antarjamaah haji dari berbagai latar belakang. Seorang guru dari Riau, jamaah asal Sumatera Barat, dan warga Arab keturunan Yaman dipertemukan di Tanah Suci dalam suasana penuh kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.*


Editor: Bis

 
Berita Terbaru >>
Persija Resmi Tunjuk Shin Tae Yong Jadi Pelatih
PDIP Beri Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Mikhael Sinaga
KPK Tahan Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji
Cuaca Panas, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Pemprov Riau Perkuat Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak
Plt Gubri Apresiasi Strategi TP-PKK Pekanbaru Dongkrak PAD
Masa Jabatan Ingot Berakhir, Syamsuir Jadi Plh Sekda
Setelah Menanti 20 Tahun, Warga Balaikayang Siak Terima Sertifikat Hak Milik
Setahun Menjabat, Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar
PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]