Kamis, 18 Juni 2026
Follow:
Home
Intel Polda DIY Masuk Kampus UMY, Rektorat Buka Suara
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:45:22 WIB
  Ilustrasi. Intel polisi masuk kampus UMY. (Cnn indonesia/iStockphoto)  
TERKAIT:
   
 

KLIKINDONESIA.CO, YOGYAKARTA – Pihak Rektorat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akhirnya angkat bicara soal insiden Intel Polda DIY masuk kampus UMY. Peristiwa itu terjadi saat mahasiswa baru saja selesai berdemonstrasi, Rabu (17/6) kemarin.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY Zuly Qodir tidak menyangkal peristiwa tersebut. Menurutnya, seorang anggota Intel Polda DIY memasuki area kampus pada sore hari. Saat itu, rombongan mahasiswa baru kembali dari aksi unjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta.

Selain itu, Zuly mengakui keberadaan anggota intel itu sempat menjadi perhatian mahasiswa di lokasi.

"Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berdialog jauh lebih penting daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan akal sehat dan kejernihan pikiran adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan," kata Zuly dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Kronologi Aksi Mahasiswa UMY

Selanjutnya, Zuly merinci kronologi peristiwa dari awal. Menurutnya, aksi mahasiswa di Titik Nol Km dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Pihak universitas sebelumnya memberikan izin aksi dengan sejumlah ketentuan.

Ketentuan tersebut antara lain penggunaan jas almamater dan penyampaian aspirasi secara tertib. Selain itu, panitia juga wajib mendata peserta secara menyeluruh demi memastikan keamanan kegiatan.

Aksi pun berlangsung tertib sebagai ruang penyampaian aspirasi mahasiswa. Mereka menyoroti berbagai isu sosial dan kebangsaan yang sedang berkembang. Setelah itu, rombongan mahasiswa kembali ke kampus sekitar pukul 17.30 WIB.

Situasi Berkembang di Lingkungan Kampus

Namun, situasi kemudian berkembang ketika seorang pria berpakaian sipil terlihat di area kampus. Mahasiswa di lokasi langsung mempertanyakan identitas dan maksud kehadirannya. Pria itu kemudian diketahui sebagai anggota Intel Polda DIY.

Selanjutnya, mahasiswa membawa pria tersebut ke lingkungan Gedung Rektorat untuk klarifikasi. Setelah mengetahui situasi itu, pimpinan universitas segera melakukan mediasi. Langkah itu bertujuan memastikan proses penyelesaian berlangsung damai dan menghindari potensi gesekan.

"Kami mengingatkan mahasiswa bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian masalah secara damai," ujar Zuly.

Melalui komunikasi terbuka antara mahasiswa, kampus, dan polisi, anggota intelijen itu akhirnya menjelaskan identitas serta tujuannya. Selain itu, Polda DIY juga memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut. Polda DIY kemudian menjemput anggotanya dari kampus.

Situasi dinyatakan kondusif sekitar pukul 20.00 WIB. Dengan demikian, seluruh pihak satu suara menyelesaikan persoalan secara damai tanpa kekerasan.

Kemitraan UMY dan Kepolisian

Zuly menegaskan, UMY dan kepolisian selama ini memiliki hubungan kemitraan yang baik. Kemitraan tersebut terjalin dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Meskipun demikian, koordinasi dan komunikasi yang tepat tetap penting dalam setiap aktivitas di lingkungan kampus.

Ia juga melihat peristiwa ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya dialog. Selain itu, semua pihak perlu saling menghormati kewenangan masing-masing. Dengan begitu, kampus tetap menjadi ruang akademik yang aman dan kondusif.

"Kami mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyikapi situasi ini. Semua pihak akhirnya memilih jalan dialog sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik yang lebih besar," pungkasnya.

Penjelasan Polda DIY


Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan sebelumnya juga sudah memberikan penjelasan. Menurutnya, anggota intel tersebut terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum pada Rabu.

Selain itu, keberadaan anggota itu di lokasi merupakan bagian dari penugasan pemantauan. Tujuannya untuk memastikan peserta aksi kembali ke kampus dengan aman dan selamat.

"Anggota yang berada di lokasi, baik berpakaian dinas maupun tertutup, merupakan bagian dari pelayanan untuk mengawal peserta aksi kembali ke kampus dalam keadaan aman dan selamat," jelas Ihsan dalam keterangannya, Rabu (17/6) malam.

Ihsan menyebut sempat terjadi kesalahpahaman pada peristiwa tersebut. Namun, persoalan itu kini sudah selesai secara humanis melalui komunikasi dengan rektorat dan mahasiswa.

"Situasi saat ini kondusif. Kami mengucapkan terima kasih kepada rektorat dan mahasiswa atas komunikasi serta koordinasi yang terjalin sangat baik. Dengan demikian, kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dan anggota kami telah kembali ke Polda," ungkap Ihsan. (*)

Sumber : CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Intel Polda DIY Masuk Kampus UMY, Rektorat Buka Suara
BEM UNM Bantah Ikut Deklarasi Tolak Reformasi Jilid II
Agung Nugroho Terima LHP BPK, Pekanbaru Raih WDP
Pemko Pekanbaru Terbitkan SPT Baru Penugasan ASN di RW
BUMDes Sejahtera Jangkang Sumbang PA-Des Rp71 Juta, Peringkat 2 se-Kabupaten Bengkalis 2025
Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Hijrah dan Jaga Persatuan
2 Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Prestasi di Olimpiade Internasional 2026, Kibarkan Merah Putih
Madrasah Penuh Inovasi, MAN 1 Pekanbaru Cetak Rekor SNBT Tertinggi di Riau 2026
Alhamdulillah! Guru Madrasah Non ASN Dapat Insentif Rp1,5 Juta Mulai Akhir Juni 2026
Di Batam, Pengurus SMSI Riau Kupas Peluang Bisnis Era New Media
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]