KLIKRIAU.COM,JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi polemik komentar seorang dokter terhadap pasien BPJS Kesehatan.
Komentar tersebut muncul setelah pasien mengeluhkan layanan kesehatan melalui media sosial Threads. Pasien menggunakan akun @yurizaltrich dalam unggahannya pada 22 Juli 2026.
Belakangan, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Budi mengaku sedih atas peristiwa tersebut.
Sebagai Menteri Kesehatan, ia mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto.
Tugas itu berkaitan dengan peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
“Bagi saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya dari Bapak Presiden adalah menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia, dari 72 menjadi 76 tahun,” kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8/2026).
Budi menyampaikan pernyataan tersebut setelah menerima kunjungan Kepala BGN Sudaryono. Ia mengatakan, setiap kematian membuat dirinya merasa sedih.
Terlebih, jika kematian tersebut menimpa masyarakat yang masih berusia muda.
“Jadi, setiap ada yang meninggal, hati saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya masih muda,” imbuhnya.
Budi juga mengaku merasa gagal jika masyarakat meninggal sebelum mencapai rata-rata angka harapan hidup. Karena itu, pemerintah dan fasilitas kesehatan harus memberikan layanan terbaik. Layanan tersebut harus tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Seharusnya kita berusaha memberikan layanan terbaik agar mereka dapat hidup sampai usia 76 tahun,” katanya.
Budi tidak menampik masih terdapat kekurangan dalam fasilitas dan layanan kesehatan. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan perbaikan.
Perbaikan tersebut mencakup fasilitas kesehatan dan peralatan medis. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan.
“Kekurangan itu memang ada. Karena itu, kita harus memperbaikinya, baik dari sisi fasilitas, alat kesehatan, maupun sumber daya manusia kesehatan,” kata Budi.
Peristiwa tersebut bermula dari unggahan pasien melalui akun Threads @yurizaltrich. Dalam unggahannya, pasien mengaku telah menunggu selama delapan jam.
Namun, pasien tersebut belum mendapat ruangan untuk menjalani perawatan.
Ia tidak menyebutkan nama rumah sakit tempatnya berobat.
Pasien beralasan, dirinya mendaftar melalui BPJS Kesehatan.
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Sejumlah akun memberikan komentar bernada sinis, menghakimi, dan merendahkan.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warganet, beberapa komentar diduga berasal dari akun tenaga kesehatan atau dokter.
Salah satunya berasal dari akun @erudarahaadini. Akun tersebut disebut milik Elda Putri Rahardini, yang diduga dokter di RSUP Dr. Sardjito.
Elda kemudian menyampaikan permintaan maaf. Ia juga mengakui komentarnya terhadap unggahan pasien tidak pantas.
Selanjutnya, pada Sabtu (1/8/2026), pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Kabar itu membuat unggahan pasien kembali menjadi sorotan publik. (*)
Sumber : CNN Indoensia